<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Amplop Cap Jempol | Barometerrakyat.com</title>
	<atom:link href="https://barometerrakyat.com/tag/amplop-cap-jempol/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barometerrakyat.com</link>
	<description>Tepat Cepat dan Terpecaya</description>
	<lastBuildDate>Wed, 15 Jul 2026 00:03:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.0.25</generator>

<image>
	<url>https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2018/07/download-2-60x60.jpg</url>
	<title>Amplop Cap Jempol | Barometerrakyat.com</title>
	<link>https://barometerrakyat.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dokter Suntik Bidan Puluhan Kali Hingga Pengakuan Bowo Soal Amplop &#8216;Cap Jempol&#8217;</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/dokter-suntik-bidan-puluhan-kali-hingga-pengakuan-bowo-soal-amplop-cap-jempol/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/dokter-suntik-bidan-puluhan-kali-hingga-pengakuan-bowo-soal-amplop-cap-jempol/#respond</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Apr 2019 04:35:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Amplop Cap Jempol]]></category>
		<category><![CDATA[Bowo]]></category>
		<category><![CDATA[Dokter Suntik Bidan Puluhan Kali]]></category>
		<category><![CDATA[OTT KPK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://barometerrakyat.com/?p=26156</guid>
		<description><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM &#8211; Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang menerima limpahan berkas perkara kasus dugaan penganiayaan bidan Destriana <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/dokter-suntik-bidan-puluhan-kali-hingga-pengakuan-bowo-soal-amplop-cap-jempol/" title="Dokter Suntik Bidan Puluhan Kali Hingga Pengakuan Bowo Soal Amplop &#8216;Cap Jempol&#8217;" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/dokter-suntik-bidan-puluhan-kali-hingga-pengakuan-bowo-soal-amplop-cap-jempol/">Dokter Suntik Bidan Puluhan Kali Hingga Pengakuan Bowo Soal Amplop ‘Cap Jempol’</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr">BAROMETERRAKYAT.COM &#8211; Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang menerima limpahan berkas perkara kasus dugaan penganiayaan bidan Destriana Dewanti dengan tersangka dr. Yusrizal, Selasa (2/4) kemarin.</p>
<p dir="ltr">Setelah pelimpahan berkas tersebut tersangka tidak langaung ditahan oleh jaksa penunut umum, tersangka ditetapkan menjadi tahanan kota.</p>
<p dir="ltr">Alasan penuntut umum menetapkan tersangka menjadi tahanan kota yakni pertama ada jaminan dari ayah dan istri tersangka, kedua ada permohonan dari Direktur Rumah Sakit Ahmad Thabib dengan alasan tersangka masih dibutuhkan oleh RS Ahmad Thabib.</p>
<p dir="ltr">Serta, ketiga ada permohonan dari tersangka dan penasehat hukum tersangka.</p>
<p dir="ltr">Dalam kasus tersebut tersangka disangka dengan Pasal 351 ayat 1 KUHP (Penganiayaan) dan Pasal 360 ayat 1 KUHP (Kelalaian).</p>
<p dir="ltr">Berita tersebut menjadi yang terpopuler selama sepekan ini. Selain berita tersebut, redaksi rangkuman tiga berita populer yang mungkin ada lewatkan. Minggu (07/4).</p>
<p dir="ltr"><strong>Tersangka Yusrizal Upayakan Damai</strong></p>
<p dir="ltr">Penasehat hukum tersangka Andi M. Asrun mengatakan, tersangka dibantu pihak keluarga dan tokoh masyarakat Tanjungpinang mengajukan permohonan maaf dan berdamai dengan korban. Tetapi, lanjut dia, upaya tersebut masih belum berhasil.</p>
<p dir="ltr">“Namun upaya damai akan tetap diusahakan, karena bagaimana pun ada hubungan diantara kedua keluarga sebagai sesama warga Tanjungpinang,” katanya.</p>
<p dir="ltr">Dia mengatakan, selama ini tersangka telah merasakan hukuman sosial dari masyarakat.</p>
<p dir="ltr">Menurutnya, tersangka cukup menderita akibat kematian putra nya yang lahir premature akibat sang istri mengalami stress karena turut memikirkan kasus suaminya. <a href="https://barometerrakyat.com/kasus-oknum-dokter-suntik-bidan-puluhan-kali-tersangka-upayakan-damai/"><span style="color: #3366ff;">Selengkapnya&#8230;.</span></a></p>
<p dir="ltr"><strong>Pengakuan Bowo Soal Ratusan Ribu Amplop &#8216;Cap Jempol&#8217;</strong></p>
<div align="left">
<p dir="ltr">Tersangka dugaan suap kerja sama pengiriman pupuk mengunakan kapal Bowo Sidik Pangarso alias BSP mengakui ratusan ribu amplop terdapat ‘cap jempol’ itu akan digunakan untuk serangan fajar Pemilu 2019.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Pengakuan tersebut dilontarnya setelah menjalani pemeriksaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (5/4).</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Kader Golkar tersebut keluar dari gedung KPK sekira pukul 19.15 WIB mencoba menghindari sorotan kamera saat dicecar pertanyaan wartawan.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Namun banyaknya pewarta yang melontarkan pertanyaan, politisi Golkar ini akhirnya bersedia berbicara.“Iya, iya, untuk Pileg,” ujar Bowo seperti dilansir Jpnn, Sabtu (6/4). <a href="https://barometerrakyat.com/pengakuan-bowo-soal-ratusan-ribu-amplop-cap-jempol/"><span style="color: #3366ff;">Selengkapnya&#8230;.</span></a></p>
<p dir="ltr"><strong>Iksan Jadi DPO</strong></p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Kasus korupsi pembangunan lanjutan fasilitas Pelabuhan Dompak, Tanjungpinang, Kepulauan Riau terus bergulir di Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polisi Resor (Polres) Tanjungpinang.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Dalam kasus tersebut Polisi sudah menetapkan tiga orang tersangka yakni Berto Riawan selaku kepala Cabang PT. Karya Tunggal Mulya Abadi dan Haryadi sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Tanjungpinang dan Abdurrohim sebagai Direktur PT Iklas Maju Sejahtera (IMM).</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Dua tersangka Berto dan Haryadi sudah disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, sedangkan Abdurrohim masih dalam pemeriksaan polisi.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP Efendri Alie mengatakan, pihaknya tengah menyelidiki keterlibatan Iksan. <a href="https://barometerrakyat.com/kasus-korupsi-pelabuhan-dompak-ikhsan-ditetap-jadi-dpo/"><span style="color: #3366ff;">Selengkapnya&#8230;</span></a></p>
<p dir="ltr">Redaksi</p>
</div>The post <a href="https://barometerrakyat.com/dokter-suntik-bidan-puluhan-kali-hingga-pengakuan-bowo-soal-amplop-cap-jempol/">Dokter Suntik Bidan Puluhan Kali Hingga Pengakuan Bowo Soal Amplop ‘Cap Jempol’</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/dokter-suntik-bidan-puluhan-kali-hingga-pengakuan-bowo-soal-amplop-cap-jempol/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengakuan Bowo Soal Ratusan Ribu Amplop &#8216;Cap Jempol&#8217;</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/pengakuan-bowo-soal-ratusan-ribu-amplop-cap-jempol/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/pengakuan-bowo-soal-ratusan-ribu-amplop-cap-jempol/#respond</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Apr 2019 12:30:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Amplop Cap Jempol]]></category>
		<category><![CDATA[Bowo]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[OTT KPK]]></category>
		<category><![CDATA[Tiga Tersangka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://barometerrakyat.com/?p=26150</guid>
		<description><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, JAKARTA. Tersangka dugaan suap kerja sama pengiriman pupuk mengunakan kapal Bowo Sidik Pangarso alias <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/pengakuan-bowo-soal-ratusan-ribu-amplop-cap-jempol/" title="Pengakuan Bowo Soal Ratusan Ribu Amplop &#8216;Cap Jempol&#8217;" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/pengakuan-bowo-soal-ratusan-ribu-amplop-cap-jempol/">Pengakuan Bowo Soal Ratusan Ribu Amplop ‘Cap Jempol’</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, JAKARTA. Tersangka dugaan suap kerja sama pengiriman pupuk mengunakan kapal Bowo Sidik Pangarso alias BSP mengakui ratusan ribu amplop terdapat &#8216;cap jempol&#8217; itu akan digunakan untuk serangan fajar Pemilu 2019.</p>
<p>Pengakuan tersebut dilontarnya setelah menjalani pemeriksaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (5/4).</p>
<p>Kader Golkar tersebut keluar dari gedung KPK sekira pukul 19.15 WIB mencoba menghindari sorotan kamera saat dicecar pertanyaan wartawan.</p>
<p>Namun banyaknya pewarta yang melontarkan pertanyaan, politisi Golkar ini akhirnya bersedia berbicara.“Iya, iya, untuk Pileg,” ujar Bowo seperti dilansir Jpnn, Sabtu (6/4).</p>
<p>Dia membantah uang berjumlah Rp 8 miliar itu mendapat arahan dan perintah dari salah seorang menteri yang berkaitan dengan kerja sama pupuk, dalam hal ini Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.</p>
<p>“Enggak ada, enggak ada (arahan menteri),” singkat Bowo.</p>
<p>Diketahui, dalam perkara tersebut tiga orang telah ditetapkan sebagai tersangka. Di antaranya, Bowo Sidik, Indung, dan Manager PT Humpuss Transportasi Kimia Asty Winasti.</p>
<p>Bowo dan Indung sebagai pihak yang diduga penerima disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 dan atau Pasal 128 UU 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.</p>
<p>Asty Winasti sebagai pihak pemberi disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 UU 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tlndak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP. (Red/Jpnn)</p>The post <a href="https://barometerrakyat.com/pengakuan-bowo-soal-ratusan-ribu-amplop-cap-jempol/">Pengakuan Bowo Soal Ratusan Ribu Amplop ‘Cap Jempol’</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/pengakuan-bowo-soal-ratusan-ribu-amplop-cap-jempol/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
