<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ragam | Barometerrakyat.com</title>
	<atom:link href="https://barometerrakyat.com/category/ragam-2/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barometerrakyat.com</link>
	<description>Tepat Cepat dan Terpecaya</description>
	<lastBuildDate>Mon, 21 Sep 2026 12:26:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.0.28</generator>

<image>
	<url>https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2018/07/download-2-60x60.jpg</url>
	<title>Ragam | Barometerrakyat.com</title>
	<link>https://barometerrakyat.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Delegasi AJI se-Indonesia Kagun  Dengan Gurindam 12  Karya Sastra Raja Ali Haji di Pulau Penyengat</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/delegasi-aji-se-indonesia-kagun-dengan-gurindam-12-karya-sastra-raja-ali-haji-di-pulau-penyengat/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/delegasi-aji-se-indonesia-kagun-dengan-gurindam-12-karya-sastra-raja-ali-haji-di-pulau-penyengat/#respond</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Sep 2026 12:26:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[Tanjungpinang]]></category>
		<category><![CDATA[Delegasi AJI se-Indonesia Kagun Dengan Gurindam 12 Karya Sastra Raja Ali Haji di Pulau Penyengat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://barometerrakyat.com/?p=70738</guid>
		<description><![CDATA[<p>Delegasi AJI se-Indonesia saat mengunjungi Masjid Kesultanan Kerajaan Riau Lingga di Pulau Penyengat Kota Tanjungpinang,Kepri <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/delegasi-aji-se-indonesia-kagun-dengan-gurindam-12-karya-sastra-raja-ali-haji-di-pulau-penyengat/" title="Delegasi AJI se-Indonesia Kagun  Dengan Gurindam 12  Karya Sastra Raja Ali Haji di Pulau Penyengat" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/delegasi-aji-se-indonesia-kagun-dengan-gurindam-12-karya-sastra-raja-ali-haji-di-pulau-penyengat/">Delegasi AJI se-Indonesia Kagun  Dengan Gurindam 12  Karya Sastra Raja Ali Haji di Pulau Penyengat</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><em><strong>Delegasi AJI se-Indonesia saat mengunjungi Masjid Kesultanan Kerajaan Riau Lingga di Pulau Penyengat Kota Tanjungpinang,Kepri ,Senin (21/9).</strong></em><br />
<em><strong>(fajitanjungpinang)</strong></em></p>
<p>‎<br />
‎BR.TANJUNGPINANG – Rangkaian Festival Media (Fesmed) Selat Malaka 2026 dilanjutkan Ke Kota Tanjungpinang Ibu Kota Provinsi Kepulauan Riau.Ssbelumnya delegasi 40 AJI se Indonesia<br />
mengikuti kegiatan selama dua hari di kota Batam. Para peserta pada hari ketiga, Senin, 21 September 2026, melakukan Napak tilas sejarah dan intelektual Melayu di Pulau Penyengat, Tanjungpinang.<br />
‎<br />
‎Perjalanan spritual mengunjungi situs sejarah peninggalan Kesultanan Kerajaan Riau Lingga tersebut menjadi bagian dari rangkaian puncak Fesmed Selat Malaka 2026 sebelum para peserta mengikuti sarasehan bersama AJI Indonesia dan AJI Kota dari berbagai daerah di Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).<br />
‎<br />
‎Kegiatan napak tilas mengajak delegasi AJI dari berbagai kota di Indonesia mengunjungi sejumlah situs bersejarah di Pulau Penyengat, di antaranya Masjid Raya Sultan Riau, Gedung Tabib, serta kompleks makam Engku Puteri Raja Hamidah dan Raja Ali Haji.<br />
‎<br />
‎Masjid Raya Sultan Riau menjadi salah satu titik awal perjalanan. Masjid tersebut tidak hanya dikenal sebagai tempat ibadah, tetapi juga memiliki sejarah sebagai salah satu pusat pembelajaran pada masa lalu.<br />
‎<br />
‎Dari kawasan masjid, peserta melanjutkan perjalanan menuju sejumlah situs lainnya sambil mendapatkan penjelasan mengenai sejarah Pulau Penyengat dan tokoh-tokoh yang memiliki kaitan dengan perkembangan intelektual dan kebudayaan Melayu.<br />
‎<br />
‎Salah satu peserta, Sunu Diantoro, Ketua Bidang Pendidikan, Etik, dan Profesi Pengurus Nasional Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, mengaku mendapatkan pengalaman berbeda setelah melihat langsung tempat yang selama ini hanya dikenalnya melalui buku dan pelajaran.<br />
‎<br />
‎Sunu mengatakan, selama ini ia telah mengenal Raja Ali Haji sebagai sastrawan Melayu, termasuk melalui karya Gurindam Dua Belas yang pernah dipelajari di sekolah maupun perguruan tinggi.<br />
‎<br />
‎Namun, kunjungan ke Pulau Penyengat membuatnya dapat melihat langsung lingkungan dan tempat yang berkaitan dengan sejarah tokoh serta karya tersebut.<br />
‎<br />
‎“Hari ini saya membuktikan apa yang selama ini diajarkan oleh para guru di Jawa sana dan juga apa yang saya baca dari banyak buku-buku tentang Raja Ali Haji sebagai seorang sastrawan yang mengarang kitab Gurindam 12 itu,” kata Sunu.<br />
‎<br />
‎Menurutnya, selama ini ia tidak mengetahui secara langsung seperti apa lokasi yang berkaitan dengan sejarah Gurindam Dua Belas.<br />
‎<br />
‎“Selama ini kami tidak pernah tahu seperti apa sih lokasi tempat bikin kitab Gurindam 12 itu. Dan saya hari ini menyaksikan itu,” ujarnya.<br />
‎<br />
‎Sunu juga menilai sejumlah situs yang dikunjungi dalam kondisi cukup terawat. Ia mengaku menikmati kunjungan ke kompleks makam, termasuk makam Engku Putri Raja Hamidah dan Raja Ali Haji.<br />
‎<br />
‎Ia turut mengapresiasi penjelasan pemandu, Raja Fahrul, yang menurutnya berupaya membedakan informasi berdasarkan referensi dengan hal-hal yang masih membutuhkan konfirmasi.<br />
‎<br />
‎“Kalau ada sesuatu yang sifatnya dia pernah baca, dia akan kutip itu bukunya. Tapi kalau ada sesuatu yang sifatnya dia belum jelas, dia akan katakan bahwa ini perlu dikonfirmasi lagi,” kata Sunu.<br />
‎<br />
‎Bagi Sunu, sikap tersebut menjadi pembelajaran penting dalam melihat informasi secara ilmiah, termasuk bagi kalangan jurnalis.<br />
‎<br />
‎Menurutnya, napak tilas di Pulau Penyengat juga memperlihatkan bagaimana karya sastra masa lalu dapat membawa pesan yang masih relevan hingga sekarang.<br />
‎<br />
‎Ia mencontohkan Gurindam Dua Belas yang memuat pesan mengenai hubungan manusia dengan Tuhan dan hubungan antarmanusia.<br />
‎<br />
‎“Lewat sebuah karya sastra yang cukup kuat, dan saya kira karya sastra ini cukup abadi,” ujarnya.<br />
‎<br />
‎Sunu juga melihat adanya peluang agar warisan tersebut suatu saat dapat didorong menjadi bagian dari warisan dunia yang didaftarkan ke UNESCO.<br />
‎<br />
‎Menurutnya, Pulau Penyengat memiliki artefak dan peninggalan yang masih dirawat, sekaligus menyimpan pengetahuan dan hikmah yang masih dapat dipelajari hingga saat ini.<br />
‎<br />
‎Ia menilai pesan mengenai kebijaksanaan dan keadilan menjadi nilai yang tetap relevan.<br />
‎<br />
‎Ketika ditanya mengenai pengalamannya mengikuti napak tilas tersebut, Sunu menyebut kunjungan ke Pulau Penyengat sangat layak.<br />
‎<br />
‎“Sangat worth it. Sangat worth it. Ini kunjungan sangat worth it,” katanya.<br />
‎<br />
‎Delegasi Diperkenalkan Tradisi Makan Berhidang<br />
‎<br />
‎Setelah mengikuti napak tilas, delegasi AJI se-Indonesia kemudian diperkenalkan dengan tradisi makan berhidang sebagai bagian dari santap siang sebelum mengikuti sarasehan.<br />
‎</p>The post <a href="https://barometerrakyat.com/delegasi-aji-se-indonesia-kagun-dengan-gurindam-12-karya-sastra-raja-ali-haji-di-pulau-penyengat/">Delegasi AJI se-Indonesia Kagun  Dengan Gurindam 12  Karya Sastra Raja Ali Haji di Pulau Penyengat</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/delegasi-aji-se-indonesia-kagun-dengan-gurindam-12-karya-sastra-raja-ali-haji-di-pulau-penyengat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dua Tahun Prabowo: Antara Negara Kuat dan Pemerintahan Efektif</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/dua-tahun-prabowo-antara-negara-kuat-dan-pemerintahan-efektif/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/dua-tahun-prabowo-antara-negara-kuat-dan-pemerintahan-efektif/#respond</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Sep 2026 01:12:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Dua Tahun Prabowo: Antara Negara Kuat dan Pemerintahan Efektif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://barometerrakyat.com/?p=70687</guid>
		<description><![CDATA[<p>Oleh: Komaruddin Hidayat, Ketua Dewan Pers Dua tahun adalah waktu yang terlalu singkat untuk menghakimi <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/dua-tahun-prabowo-antara-negara-kuat-dan-pemerintahan-efektif/" title="Dua Tahun Prabowo: Antara Negara Kuat dan Pemerintahan Efektif" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/dua-tahun-prabowo-antara-negara-kuat-dan-pemerintahan-efektif/">Dua Tahun Prabowo: Antara Negara Kuat dan Pemerintahan Efektif</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><em><strong>Oleh: Komaruddin Hidayat, Ketua Dewan Pers</strong></em></p>
<p>Dua tahun adalah waktu yang terlalu singkat untuk menghakimi sebuah pemerintahan yang belum sampai setengah periode memegang kekuasaan, tetapi sudah cukup untuk membaca watak seorang presiden. Dalam dua tahun, seorang presiden biasanya sudah memperlihatkan apa yang menjadi obsesinya, bagaimana ia menggunakan kekuasaan, siapa orang-orang yang dipercayainya, dan seberapa jauh gagasan yang dibawanya dari kampanye dapat diterjemahkan menjadi kebijakan publik.</p>
<p>Prabowo Subianto memasuki Istana dengan modal politik yang kuat. Ia dilantik pada 20 Oktober 2024 setelah menang dalam pemilihan presiden 2024 dengan mandat elektoral yang besar. Lebih dari itu, ia bukan figur yang tiba-tiba muncul di panggung politik. Ia telah puluhan tahun berada dalam orbit kekuasaan: sebagai prajurit, pengusaha, ketua partai, calon presiden, dan akhirnya presiden. Karena itu, menarik menilai dua tahun pertama kepemimpinannya bukan semata dari daftar program yang sudah dikerjakan, melainkan dari pertanyaan yang lebih mendasar: apakah Prabowo sudah menunjukkan keberhasilannya membangun negara yang kuat atau baru berhasil membangun pemerintahan yang kuat? Keduanya tentu berbeda.</p>
<p>Modal Seorang Petarung</p>
<p>Salah satu kekuatan Prabowo adalah daya juangnya. Ia pernah kalah dalam pertarungan politik, tetapi tidak meninggalkan gelanggang. Dalam politik, kemampuan bangkit dari kekalahan bukan perkara kecil. Ia menunjukkan daya tahan psikologis sekaligus keyakinan pada tujuan politiknya. Prabowo juga mempunyai karakter nasionalisme yang kuat. Negara, kedaulatan, pertahanan, pangan dan energi baginya bukan sekadar sektor-sektor kebijakan, melainkan bagian dari gagasan besar tentang Indonesia yang berdaulat.</p>
<p>Pengalaman sebagai prajurit ikut membentuk cara pandangnya. Ia cenderung melihat dunia sebagai arena kompetisi dan negara sebagai aktor yang harus kuat agar tidak mudah dipermainkan oleh kekuatan lain. Pandangan tersebut mendapatkan relevansi baru ketika dunia memasuki era ketidakpastian geopolitik: perang Rusia-Ukraina, konflik Timur Tengah, rivalitas Amerika Serikat-China, perubahan rantai pasok, perang dagang dan perebutan sumber daya strategis. Dalam konteks seperti itu, gagasan tentang kemandirian nasional bukanlah romantisme belaka. Tetapi di sinilah terdapat persoalan penting.</p>
<p>Dari Kapasitas Personal ke Kapasitas Institusional.</p>
<p>Negara tidak menjadi kuat hanya karena presidennya kaya dan tegas. Negara menjadi kuat apabila hukum bekerja, birokrasi profesional, pendidikan bermutu, ekonomi produktif, teknologi berkembang, korupsi terkendali, dan masyarakat percaya kepada institusi negara.</p>
<p>Prabowo mempunyai sejumlah obsesi yang relatif jelas: swasembada pangan, ketahanan energi, hilirisasi, industrialisasi, pertahanan, dan pembangunan manusia. Di antara semua program tersebut, Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi simbol paling kuat selama dua tahun pemerintahannya. Secara filosofis, MBG sebenarnya memiliki dasar yang sangat menarik. Negara tidak hanya bertugas membangun jalan, bendungan, atau kawasan industri. Negara juga berkewajiban memastikan bahwa anak-anak Indonesia tumbuh sehat dan mempunyai kesempatan yang relatif sama untuk mengembangkan potensinya. Prabowo menyebut MBG sebagai investasi untuk generasi masa depan. Dalam rancangan APBN 2026, program ini ditargetkan menjangkau 82,9 juta penerima manfaat dengan anggaran Rp335 triliun.</p>
<p>Tetapi semakin besar sebuah program, semakin besar pula tuntutan tata kelolanya. Program yang menyangkut makanan puluhan juta anak tidak cukup hanya memiliki niat baik. Ia membutuhkan standar gizi, keamanan pangan, rantai pasok, pengawasan, tenaga profesional, dan sistem pertanggungjawaban yang ketat. Peristiwa keracunan makanan yang terjadi di berbagai daerah menjadi peringatan keras. Ribuan siswa dan guru dilaporkan sakit, dan pemerintah kemudian memperketat pengawasan dapur serta distribusi makanan. Di sini terlihat sebuah hukum sederhana pemerintahan:</p>
<p>“Semakin besar ambisi kebijakan, semakin tinggi tuntutan profesionalismenya”.</p>
<p>Perlu Dukungan Data Empiris</p>
<p>Pemerintahan Prabowo juga menjadikan swasembada pangan sebagai salah satu agenda utama. Pemerintah menyatakan produksi dan cadangan beras meningkat secara signifikan. Pada pertengahan 2026, pemerintah bahkan menyebut cadangan beras pemerintah telah mencapai lebih dari 5,3 juta ton. Ini tentu merupakan perkembangan penting. Namun, swasembada pangan jangan berhenti pada angka produksi dan cadangan pemerintah. Pertanyaan yang lebih penting adalah: apakah petani menjadi lebih sejahtera? Apakah konsumen mendapatkan pangan dengan harga terjangkau? Apakah produktivitas pertanian meningkat secara berkelanjutan? Apakah ketergantungan pada impor benar-benar berkurang tanpa mengorbankan stabilitas harga? Jawaban atas semua pertanyaan ini mesti didukung dengan data yang akurat dan lengkap. Bukan sekedar jawaban politik.</p>
<p>Swasembada bukan sekadar kemampuan negara menumpuk beras di gudang.Swasembada adalah kemampuan sebuah bangsa membangun ekosistem pangan yang sehat dari hulu sampai hilir. Petani harus untung. Konsumen harus terlindungi. Infrastruktur harus baik. Teknologi harus berkembang. Dan generasi muda harus mau menjadi petani modern. Jika tidak, swasembada hanya menjadi slogan yang ujungnya akan menurunkan kepercayaan rakyat pada pemerintah.</p>
<p>Membangun Institusi yang Kuat</p>
<p>Prabowo tampaknya percaya pada negara yang kuat. Pandangan ini mempunyai akar sejarah yang panjang dalam pemikiran politik Indonesia. Setelah bertahun-tahun negara dianggap terlalu lemah menghadapi kepentingan ekonomi dan politik, gagasan tentang strong state memang mempunyai daya tarik.Tetapi negara kuat mempunyai dua wajah. Wajah pertama, negara kuat berarti pemerintah mampu menegakkan hukum, menyediakan pelayanan publik, membangun infrastruktur, melindungi masyarakat miskin dan menghadapi kepentingan ekonomi yang terlalu dominan. Wajah kedua, negara kuat dapat berubah menjadi kekuasaan yang terlalu dominan apabila tidak diimbangi kontrol institusional. Karena itu, tantangan Prabowo bukan sekadar memperkuat negara. Melainkan Ia harus memperkuat institusi negara tanpa melemahkan masyarakat.</p>
<p>Demokrasi memang membutuhkan pemerintah yang kuat sekaligus juga masyarakat sipil yang kuat. Membutuhkan presiden yang efektif sekaligus pers yang bebas. Membutuhkan birokrasi yang disiplin sekaligus parlemen dan lembaga hukum yang mampu melakukan kontrol.</p>
<p>Kekuatan negara tanpa kontrol dapat berubah menjadi kekuasaan yang bisa mengarah pada pemerintahan otoriter yang tak akan bertahan lama.</p>
<p>Politik akomodasi</p>
<p>Prabowo mempunyai kemampuan yang menarik dalam mengelola politik. Ia mampu merangkul banyak kekuatan yang sebelumnya berada di luar lingkarannya. Koalisi pemerintahan menjadi sangat besar. Secara praktis, ini menguntungkan. Pemerintah relatif tidak terlalu direpotkan oleh oposisi parlementer yang kuat. Tetapi dari perspektif demokrasi, terdapat paradoks. Semakin besar koalisi pemerintah, semakin kecil ruang oposisi formal.</p>
<p>Padahal demokrasi bukan hanya soal siapa yang menang dan siapa yang kalah. Demokrasi juga membutuhkan mereka yang kalah untuk tetap mempunyai ruang mengawasi mereka yang menang. Oposisi yang sehat bukan musuh pemerintah. Justru ia dapat menjadi cermin.</p>
<p>Karena itu, Prabowo perlu memastikan bahwa stabilitas politik tidak dibayar dengan hilangnya mekanisme kritik.</p>
<p>Tidak Cukup Hanya Gagasan, Melainkan Eksekusi</p>
<p>Prabowo sebenarnya tidak kekurangan gagasan. Justru sebaliknya, pemerintahannya mempunyai terlalu banyak agenda besar: pangan, energi, MBG, hilirisasi, industrialisasi, pertahanan, koperasi, pembangunan desa, pendidikan, kesehatan dan sebagainya.Pertanyaannya adalah apakah mesin birokrasi mampu mengerjakannya secara bersamaan. Di sinilah peran menteri yang dinilai kegemukan menjadi sangat menentukan.</p>
<p>Menteri bukan sekadar pelaksana perintah presiden. Menteri adalah penyaring, penerjemah dan penguji gagasan presiden. Seorang menteri seharusnya mampu mengatakan kepada presiden:</p>
<p>“Ini bisa dilakukan.” &#8211; “Ini terlalu mahal.”- “Ini berisiko.”- “Ini harus ditunda.”- “Ini sebaiknya dilakukan dengan cara berbeda.” Jika semua menteri hanya berkata siap, Pak, presiden justru kehilangan salah satu sumber informasi terpentingnya. Kabinet yang sehat bukan kabinet yang selalu kompak dalam arti selalu setuju.</p>
<p>Kabinet yang sehat adalah kabinet yang berani berbeda pendapat di ruang rapat, tetapi kompak ketika keputusan telah dibuat. Karena itu, kualitas kabinet Prabowo tidak semestinya diukur dari banyaknya tokoh terkenal di dalamnya atau besarnya koalisi politik yang mendukungnya. Ukuran sesungguhnya adalah output. Berapa masalah yang selesai? Berapa kebijakan yang benar-benar bekerja? Berapa rupiah anggaran yang menghasilkan manfaat? Berapa banyak birokrasi yang menjadi lebih sederhana? Dan yang paling penting: apakah kehidupan rakyat menjadi lebih baik?</p>
<p>Catatan dan Harapan ke Depan</p>
<p>Setelah mendekati dua tahun, saya melihat sedikitnya lima hal yang perlu menjadi perhatian Prabowo.Pertama, jangan terlalu bergantung pada kekuatan personal presiden. Presiden yang kuat memang diperlukan, tetapi Indonesia membutuhkan institusi yang kuat lebih daripada figur yang kuat. Masa jabatan presiden akan berakhir, sedangkan institusi harus bertahan. Kedua, perkuat meritokrasi. Jangan sampai loyalitas politik lebih menentukan daripada kemampuan profesional. Negara terlalu besar untuk dikelola dengan prinsip kedekatan.</p>
<p>Ketiga, jaga disiplin fiskal. Program populis dapat disukai rakyat, tetapi negara tidak boleh mengabaikan matematika anggaran. Setiap rupiah yang dikeluarkan pemerintah harus mempunyai social return yang jelas. Keempat, perbaiki komunikasi publik. Presiden dan para menterinya perlu lebih terbuka terhadap kritik. Kritik bukan sabotase. Kritik adalah mekanisme koreksi. Kelima, jangan menyamakan negara kuat dengan pemerintah yang tidak boleh dikritik.</p>
<p>Justru pemerintah yang percaya diri adalah pemerintah yang tidak takut terhadap kritik.</p>
<p>Jadi, bagaimana kita menilai dua tahun Prabowo? Banyak agenda besar yang perlu didukung, namun banyak pula catatan dan kritik yang perlu diperhatikan. Terdapat beberapa capaian yang patut dicatat, terutama dalam keberanian menetapkan agenda ketahanan pangan, penguatan program gizi, dan orientasi kemandirian ekonomi. Pemerintah sendiri mencatat peningkatan produksi pangan dan cadangan beras sebagai salah satu capaian penting. Namun terlalu dini menyebutnya berhasil. Sebab sebagian besar agenda besar Prabowo baru menunjukkan arah dan membangun fondasi. Yang ditunggu-tunggu rakyat adalah hasilnya. Bukan pidato, bukan jumlah program, bukanya banyaknya proyek, bukan pula besarnya koalisi. Sementara itu dengan sarana media sosial di tangan, rakyat memiliki peluang yang sama untuk mengawasi dan menilai proses serta hasil kinerja Prabowo. Rakyat akan selalu bertanya: Apakah anak miskin memperoleh gizi yang lebih baik? Apakah petani hidup lebih sejahtera? Apakah kelas menengah merasa lebih aman? Apakah lapangan pekerjaan bertambah? Apakah pendidikan semakin bermutu? Apakah hukum semakin dipercaya? Apakah pintu korupsi semakin sempit? Apakah birokrasi semakin profesional? Dan apakah rakyat merasa memiliki negara, bukan sekadar menjadi objek dari negara? Keluh kesah dan harapan rakyat bermunculan mengisi ruang publik yang mudah sekali didengarkan melalui media sosial.</p>
<p>Dari Kekuasaan Menuju Peradaban</p>
<p>Prabowo adalah presiden yang memiliki obsesi besar tentang Indonesia. Ia ingin Indonesia berdaulat, mandiri, kuat dan dihormati. Obsesi semacam itu diperlukan. Bangsa besar membutuhkan pemimpin yang berani berpikir besar. Tetapi ada satu tahap yang jauh lebih sulit: mengubah obsesi menjadi institusi, institusi menjadi kebijakan, dan kebijakan menjadi kebiasaan sosial.</p>
<p>Di sinilah tahun-tahun berikutnya akan menjadi sangat menentukan. Apakah kemenangan yang diraih lewat pemilu akan diikuti dengan keberhasilan mewujudkan janji-janji kampanyenya? Sejauh ini ia telah mengonsolidasikan kekuasaan. Kini tantangannya adalah bagaimana memenangkan kepercayaan sejarah. Sebab pada akhirnya seorang presiden tidak dikenang karena seberapa besar kekuasaan yang berhasil dikumpulkannya. Ia akan dikenang karena apa yang dilakukan dengan kekuasaan itu. Dan ukuran paling sederhana dari semuanya adalah pertanyaan seorang rakyat biasa: “Apakah hidup saya menjadi lebih baik?”</p>
<p>Samar-samar genderang persaingan untuk memenangkan pemilu 2029 sudah mulai ditabuh. Saatanya Prabowo melakukan evaluasi terhadap kinerja para pembantunya. Ibarat dalam permainan sepak bola, mereka yang tidak efektif dan tidak memiliki cukup keahlian menggiring bola mesti diganti dengan pemain yang professional. Professionalitas dan prinsip meritokrasi lebih penting dari loyalitas yang selalu ingin menggembirakan dan memuji bosnya. (*)</p>The post <a href="https://barometerrakyat.com/dua-tahun-prabowo-antara-negara-kuat-dan-pemerintahan-efektif/">Dua Tahun Prabowo: Antara Negara Kuat dan Pemerintahan Efektif</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/dua-tahun-prabowo-antara-negara-kuat-dan-pemerintahan-efektif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bintan Raih Silver Award IMT-GT Green City Award Kategori Circular Economy dan Resource Efficiency</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/bintan-raih-silver-award-imt-gt-green-city-award-kategori-circular-economy-dan-resource-efficiency-2/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/bintan-raih-silver-award-imt-gt-green-city-award-kategori-circular-economy-dan-resource-efficiency-2/#respond</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Sep 2026 10:50:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Advetorial]]></category>
		<category><![CDATA[Bintan]]></category>
		<category><![CDATA[Bintan Raih Silver Award IMT-GT Green City Award Kategori Circular Economy dan Resource Efficiency]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://barometerrakyat.com/?p=70662</guid>
		<description><![CDATA[<p>Bupati Bintan, Roby Kurniawan menerima penghargaan Silver Award pada 1st IMT-GT Green City Award kategori <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/bintan-raih-silver-award-imt-gt-green-city-award-kategori-circular-economy-dan-resource-efficiency-2/" title="Bintan Raih Silver Award IMT-GT Green City Award Kategori Circular Economy dan Resource Efficiency" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/bintan-raih-silver-award-imt-gt-green-city-award-kategori-circular-economy-dan-resource-efficiency-2/">Bintan Raih Silver Award IMT-GT Green City Award Kategori Circular Economy dan Resource Efficiency</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><em><strong>Bupati Bintan, Roby Kurniawan menerima penghargaan Silver Award pada 1st IMT-GT Green City Award kategori Circular Economy and Resource Efficiency (Ekonomi Sirkular dan Efesiensi Sumberdaya),yang diserahkan oleh Menteri Dalam Negeri RI, M. Tito Karnavian.</strong></em><br />
<em><strong>Rabu malam (9/9) di Ballroom JW Marriott Hotel Medan, Sumatera Utara.(fdiskominfo)</strong></em></p>
<p>BAROMETERRAKYAT.COM,ADVETORIAL BINTAN- Pemerintah Kabupaten Bintan kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Bupati Bintan, Roby Kurniawan menerima penghargaan Silver Award pada 1st IMT-GT Green City Award kategori Circular Economy and Resource Efficiency (Ekonomi Sirkular dan Efesiensi Sumberdaya). Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian Gala Dinner 32nd Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) Ministerial Meeting, Rabu malam (09/09) di Ballroom JW Marriott Hotel Medan, Sumatera Utara.</p>
<p>Momentum penghargaan ini didedikasikan untuk mengapresiasi wilayah, Kabupaten/Kota, maupun inisiatif yang berhasil menerapkan praktik terbaik dalam pembangunan kota hijau (green cities) dan berkelanjutan di kawasan sub-regional ketiga negara tersebut. Penghargaan ini juga mencerminkan komitmen kuat ketiga negara dalam mendukung pembangunan perkotaan yang berkelanjutan, ramah lingkungan, serta investasi hijau di kawasan regional.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2026/09/20260910_172212.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-70663" src="https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2026/09/20260910_172212.jpg" alt="" width="616" height="488" /></a><br />
<em><strong>Kemeriahan</strong></em><br />
<em><strong>Gala Dinner 32nd Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) Ministerial Meeting, Rabu malam (9/9) di Ballroom JW Marriott Hotel Medan, Sumatera Utara. (fdiskominfo)</strong></em></p>
<p>Bagi Roby, penghargaan ini bukan sekadar bentuk pengakuan, tetapi juga menjadi motivasi bagi Pemerintah dan seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan ekonomi sirkular dan efesiensi sumber daya.</p>
<p>“Penghargaan ini menjadi kebanggaan bagi seluruh masyarakat Bintan, sekaligus motivasi bagi kami untuk terus berbuat. Ekonomi sirkular dan efesiensi sumberdaya memerlukan kolaborasi Pemerintah, masyarakat, dunia usaha, komunitas dan seluruh pemangku kepentingan,&#8221; ungkap Roby, usai menerima penghargaan yang diserahkan Menteri Dalam Negeri RI, M. Tito Karnavian.</p>
<p><a href="https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2026/09/1.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-70670" src="https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2026/09/1.jpg" alt="" width="3889" height="3335" srcset="https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2026/09/1.jpg 3889w, https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2026/09/1-768x659.jpg 768w" sizes="(max-width: 3889px) 100vw, 3889px" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><em><strong>Bupati Roby Kurniawan bersama kepala daerah lainnya penerima penghargaan dari Mendagri RI.(fdiskominfo)</strong></em></p>
<p>Dalam sambutannya, Mendagri Tito Karnavian menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara selaku tuan rumah serta seluruh pihak yang telah mempersiapkan rangkaian kegiatan IMT-GT. Tito mengatakan, IMT-GT yang dibentuk pada 20 Juli 1993 di Langkawi, Malaysia, telah menjadi salah satu bentuk penting kerja sama ekonomi subregional yang mendorong pertumbuhan ekonomi, konektivitas, perdagangan, investasi, pariwisata, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.</p>
<p>“IMT-GT tidak boleh hanya menjadi forum untuk berdialog dan berdiskusi, tetapi harus menjadi sebuah platform yang menghasilkan program dan proyek yang konkret, terukur, serta memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,&#8221; jelasnya.</p>
<p><a href="https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2026/09/20260910_172057.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-70665" src="https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2026/09/20260910_172057.jpg" alt="" width="745" height="636" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><em><strong>Bupati Roby bersama Kepala Daerah penerima penghargaan pada gelaran Gala Dinner 32nd Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) Ministerial Meeting,Rabu malam (9/9) di Ballroom JW Marriott Hotel Medan, Sumatera Utara. (fdiskominfo)</strong></em></p>
<p>Sejumlah pejabat tinggi dari tiga negara turut menghadiri agenda tersebut, di antaranya Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Tito Karnavian, Gubernur Sumatera Utara M. Bobby Afif Nasution, Menteri Ekonomi Malaysia Akmal Nasrullah bin Mohd. Nasir, serta Vice Minister for Office of the Prime Minister Kingdom of Thailand H.E. Thanadit Raktabut.</p>
<p>Hadir pula Director General Southeast Asia Department of Asian Development Bank Nianshan Zhang, Deputy Secretary General of ASEAN (ASEC) Nararya S. Soeprapto, Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi yang mewakili Menko Perekonomian Edi Prio Pambudi, Chief Minister of Perlis sekaligus Head of CMGF Malaysia Abu Bakar bin Hamzah, serta Governor of Trang Province sekaligus Head of CMGF Thailand H.E. Mr. Songklod Sawanwong.</p>The post <a href="https://barometerrakyat.com/bintan-raih-silver-award-imt-gt-green-city-award-kategori-circular-economy-dan-resource-efficiency-2/">Bintan Raih Silver Award IMT-GT Green City Award Kategori Circular Economy dan Resource Efficiency</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/bintan-raih-silver-award-imt-gt-green-city-award-kategori-circular-economy-dan-resource-efficiency-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Di Balik Tirai Newsroom Jaga Desa</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/di-balik-tirai-newsroom-jaga-desa/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/di-balik-tirai-newsroom-jaga-desa/#respond</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Sep 2026 06:41:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Di Balik Tirai Newsroom Jaga Desa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://barometerrakyat.com/?p=70615</guid>
		<description><![CDATA[<p>&#160; &#160; Oleh: Prof. Dr.Taufiqurokhman, S.H, A. Ks, S.Sos, M.Si ( Direktur Pusat Kajian Strategis <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/di-balik-tirai-newsroom-jaga-desa/" title="Di Balik Tirai Newsroom Jaga Desa" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/di-balik-tirai-newsroom-jaga-desa/">Di Balik Tirai Newsroom Jaga Desa</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: left;"><em><strong>Oleh: Prof. Dr.Taufiqurokhman, S.H, A. Ks, S.Sos, M.Si</strong></em><br />
<em><strong>( Direktur Pusat Kajian Strategis Governansi Digital Inklusif / Wakil Ketua Dewan Penasihat SMSI Pusat).</strong></em></p>
<p>Dinamika politik Indonesia tak pernah lelah bersolek. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, genderang tantangan bertalu-talu bagai ombak yang enggan menepi.</p>
<p>Realitas hari ini menyajikan paradoks yang menarik: di satu sisi, ruang demokrasi tampak menganga lebar memberikan jalan bagi ekspresi publik; namun di sisi lain, ada jaring tak kasat mata yang perlahan mereduksi ruang gerak masyarakat sipil itu sendiri.</p>
<p>Simak saja kegaduhan sepekan menjelang aksi massa 27 Agustus 2026 lalu. Jagat maya mendadak riuh oleh orkestrasi para pendengung (buzzer) bayaran dan media pembuat narasi instan.</p>
<p>Mereka mengamplifikasi isu secara masif, melukiskan potret Jakarta yang bakal lumpuh total. Narasi panas membakar persepsi domestik hingga internasional, menempatkan Gedung DPR RI sebagai episentrum ketegangan akibat desakan pengesahan RUU Perampasan Aset. Efeknya instan: sehari menjelang tanggal keramat itu, jalanan ibu kota justru sunyi, tersandera oleh kecemasan yang diproduksi secara digital.</p>
<p>Namun, di tengah simulakra dan hiruk-pikuk hoaks tersebut, sebuah gerakan tandingan yang waras lahir dari rahim pers nasional.</p>
<p>Ketika dunia maya dihujani disinformasi, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI)—sebagai salah satu konstituen penting Dewan Pers di bawah nakhoda Prof. Dr. Komaruddin Hidayat—mengambil peran sebagai jangkar kewarasan publik.</p>
<p>Di bawah komando Ketua Umum Firdaus, SMSI justru mengalihkan perhatian publik ke sebuah agenda subtansial di Gedung Dewan Pers, Jakarta: pelantikan Kelompok Kerja (Pokja) Newsroom Jaga Desa untuk lima provinsi, yakni Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Bengkulu, dan Sumatera Selatan.</p>
<p>Kehadiran para pegiat pers daerah di Jakarta pada momentum krusial tersebut memunculkan dialektika demokrasi yang apik. Saat jalanan ibu kota dipenuhi desakan reformasi hukum yang merupakan keniscayaan dalam alam demokrasi, institusi pers justru sedang memperkuat benteng stabilitas nasional dari unit yang paling elementer: pedesaan.</p>
<p>Disaat kondisi paling genting tersebut, Prof. Harris Arthur Hedar ketua Dewan Pembinaan SMSI yang selalu membersamai pergerakan SMSI dirawat di rumah sakit. Dari rumah sakit Prof. Harris Arthur Hedar terus memompa semangat para pengurus SMSI untuk bergerak.</p>
<p>Sehingga suasana kebatinan tersebut tidak mengurangi semangat pengurus dan anggota dari berbagai daerah hadir ke Jakarta. Mengingat misi kehadiran mereka mengirimkan pesan kuat kepada dunia bahwa Jakarta tetap tegar dan aman.</p>
<p>Agenda strategis yang turut dihadiri oleh tokoh nasional seperti Hashim Djojohadikusumo ini membawa dua misi institusional yang profetik.</p>
<p>Pertama, melawan disinformasi.<br />
Pers nasional berkomitmen menjadi penyedia informasi yang jernih dan berimbang, memastikan publik tidak terseret ke dalam pusaran polarisasi ekstrem yang destruktif.</p>
<p>Kedua, menempatkan desa sebagai garda depan. Melalui Newsroom Jaga Desa, fokus pengawasan jurnalisme digeser ke akar rumput guna mengawal transparansi anggaran, edukasi hukum, dan pencegahan korupsi di tingkat basis.</p>
<p>Langkah ini berkelindan erat dengan salah satu poin Asta Cita Presiden Prabowo, yakni membangun Indonesia yang dimulai dari pinggiran dan desa. Pada akhirnya, ketika ruang digital kerap kali memproduksi kecemasan, jurnalisme desa hadir sebagai penyejuk—sebuah ikhtiar menjaga kewarasan bangsa dari beranda paling depan republik ini.</p>The post <a href="https://barometerrakyat.com/di-balik-tirai-newsroom-jaga-desa/">Di Balik Tirai Newsroom Jaga Desa</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/di-balik-tirai-newsroom-jaga-desa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bintan Raih 15 Kali WTP Berturut-Turut  Pengelolaan Keuangan Daerah Sesuai Prinsip Transparansi Dan Akuntabilitas</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/bintan-raih-15-kali-wtp-berturut-turut-pengelolaan-keuangan-daerah-sesuai-prinsip-transparansi-dan-akuntabilitas/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/bintan-raih-15-kali-wtp-berturut-turut-pengelolaan-keuangan-daerah-sesuai-prinsip-transparansi-dan-akuntabilitas/#respond</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2026 02:46:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Advetorial]]></category>
		<category><![CDATA[Bintan]]></category>
		<category><![CDATA[Bintan Raih 15 Kali WTP Berturut-Turut Pengelolaan Keuangan Daerah Sesuai Prinsip Transparansi Dan Akuntabilitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://barometerrakyat.com/?p=70110</guid>
		<description><![CDATA[<p>Bupati Bintan Roby Kurniawan didampingi Ketua DPRD Bintan Vipen Sumanti  menerima piagam penghargaan Opini Wajar <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/bintan-raih-15-kali-wtp-berturut-turut-pengelolaan-keuangan-daerah-sesuai-prinsip-transparansi-dan-akuntabilitas/" title="Bintan Raih 15 Kali WTP Berturut-Turut  Pengelolaan Keuangan Daerah Sesuai Prinsip Transparansi Dan Akuntabilitas" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/bintan-raih-15-kali-wtp-berturut-turut-pengelolaan-keuangan-daerah-sesuai-prinsip-transparansi-dan-akuntabilitas/">Bintan Raih 15 Kali WTP Berturut-Turut  Pengelolaan Keuangan Daerah Sesuai Prinsip Transparansi Dan Akuntabilitas</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><em><strong>Bupati Bintan Roby Kurniawan didampingi Ketua DPRD Bintan Vipen Sumanti  menerima piagam penghargaan</strong></em><br />
<em><strong>Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)</strong></em><br />
<em><strong>dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia di Auditorium Kantor BPK Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau, Selasa (2/6).</strong></em><br />
<em><strong>(fdiskominfo)</strong></em></p>
<p>BAROMETERRAKYAT.COM,ADVETORIAL BINTAN – Pemerintah Kabupaten Bintan kembali mencatatkan prestasi membanggakan dalam tata kelola keuangan daerah. Untuk ke-15 kalinya secara berturut-turut, Kabupaten Bintan berhasil meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD).</p>
<p>Opini WTP tersebut diterima langsung oleh Bupati Bintan, Roby Kurniawan, pada kegiatan Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas LKPD Tahun Anggaran 2025 yang diselenggarakan di Auditorium Kantor BPK Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau, Selasa (2/6).</p>
<p>Keberhasilan mempertahankan opini tertinggi dalam audit laporan keuangan pemerintah itu menjadi indikator kuat bahwa pengelolaan keuangan daerah di Kabupaten Bintan terus berjalan sesuai prinsip transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.</p>
<p><a href="https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2026/06/20260603_092313.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-70112" src="https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2026/06/20260603_092313.jpg" alt="" width="818" height="712" srcset="https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2026/06/20260603_092313.jpg 818w, https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2026/06/20260603_092313-768x668.jpg 768w" sizes="(max-width: 818px) 100vw, 818px" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><em><strong>Kepala Perwakilan BPK Provinsi Kepulauan Riau, Emmy Mutiarini</strong></em><br />
<em><strong>menandatangani berita acara penyerahan WTP disaksikan oleh Bupati Roby dan Ketua DPRD Bintan Vipen.</strong></em><br />
<em><strong>(fdiskominfo)</strong></em></p>
<p>Bupati Bintan Roby Kurniawan mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan mempertahankan opini WTP selama 15 tahun berturut-turut merupakan hasil kerja kolektif seluruh perangkat daerah yang terus berkomitmen meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan pemerintah.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah, capaian ini merupakan buah dari kerja sama, dedikasi, dan tanggung jawab seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Bintan. Opini WTP yang kembali diraih menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan profesional,&#8221; ungkap Roby.</p>
<p><a href="https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2026/06/20260603_092250.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-70113" src="https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2026/06/20260603_092250.jpg" alt="" width="932" height="705" srcset="https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2026/06/20260603_092250.jpg 932w, https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2026/06/20260603_092250-768x581.jpg 768w" sizes="(max-width: 932px) 100vw, 932px" /></a></p>
<p style="text-align: center;"> <em><strong>Bupati Bintan Roby Kurniawan bersama Kepdla daerah kabupaten/ kota se Kepri usai menerima piagam WTP.</strong></em><br />
<em><strong>(fdiskominfo)</strong></em></p>
<p>Ia juga menyampaikan apresiasi kepada BPK Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau yang selama ini memberikan arahan, masukan, dan pendampingan dalam proses pengelolaan serta pelaporan keuangan daerah.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Perwakilan BPK Provinsi Kepulauan Riau, Emmy Mutiarini, menjelaskan bahwa opini atas laporan keuangan diberikan berdasarkan sejumlah aspek penilaian, meliputi kesesuaian dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP), kecukupan pengungkapan informasi, efektivitas sistem pengendalian intern, serta kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan.</p>
<p>Penyerahan LHP atas LKPD merupakan bagian dari mekanisme konstitusional dalam rangka mewujudkan pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan negara yang transparan dan akuntabel. Hasil pemeriksaan tersebut nantinya menjadi salah satu dasar bagi pemerintah daerah dalam penyusunan Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD.</p>
<p><a href="https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2026/06/20260603_092221.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-70115" src="https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2026/06/20260603_092221.jpg" alt="" width="836" height="713" srcset="https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2026/06/20260603_092221.jpg 836w, https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2026/06/20260603_092221-768x655.jpg 768w" sizes="(max-width: 836px) 100vw, 836px" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><em><strong>Kepala Perwakilan BPK Provinsi Kepulauan Riau, Emmy Mutiarini</strong></em><br />
<em><strong>bersama Bupati Roby dan Ketua DPRD Bintan Vipen usai penyerahan piagam penghargaan WTP.</strong></em><br />
<em><strong>(fdiskominfo)</strong></em></p>
<p>Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan sesuai Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN), termasuk evaluasi terhadap tindak lanjut rekomendasi hasil pemeriksaan sebelumnya, BPK memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian kepada Pemerintah Kabupaten Bintan.</p>
<p>Raihan opini WTP ke-15 secara berturut-turut ini semakin memperkuat komitmen Pemerintah Kabupaten Bintan dalam menjaga kualitas pengelolaan keuangan daerah. Prestasi tersebut juga menjadi cerminan konsistensi pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin baik bagi masyarakat.</p>The post <a href="https://barometerrakyat.com/bintan-raih-15-kali-wtp-berturut-turut-pengelolaan-keuangan-daerah-sesuai-prinsip-transparansi-dan-akuntabilitas/">Bintan Raih 15 Kali WTP Berturut-Turut  Pengelolaan Keuangan Daerah Sesuai Prinsip Transparansi Dan Akuntabilitas</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/bintan-raih-15-kali-wtp-berturut-turut-pengelolaan-keuangan-daerah-sesuai-prinsip-transparansi-dan-akuntabilitas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perdebatan dan Akibatnya </title>
		<link>https://barometerrakyat.com/perdebatan-dan-akibatnya/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/perdebatan-dan-akibatnya/#respond</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Mar 2026 03:39:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Perdebatan dan Akibatnya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://barometerrakyat.com/?p=69613</guid>
		<description><![CDATA[<p>Penulis: Dr. H. Zulkhaidir Pengurus Badan Penasehatan, Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Provinsi Kepulauan Riau <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/perdebatan-dan-akibatnya/" title="Perdebatan dan Akibatnya " itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/perdebatan-dan-akibatnya/">Perdebatan dan Akibatnya </a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Penulis: Dr. H. Zulkhaidir</strong></em><br />
<em><strong>Pengurus Badan Penasehatan, Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Provinsi Kepulauan Riau</strong></em></p>
<p><em><strong>Berita ANTARA “Pelaku Mutilasi Istri”,</strong></em> berita ini membuat miris  masyarakat Kota Tanjungpinang Provinsi Kepri pada hari jum’at  27 Februari 2026 lalu.<br />
Menurut keterangan dari pihak kepolisian bahwa kejadian berawal ketika suami istri ini terlibat pertengkaran  saat di meja makan, suami sakit hati karna merasa tidak dihargai hingga emosi memuncak dan selanjutnya mengambil kayu lalu memukulkan kayu tersebut ke kepala istrinya hingga korban jatuh ke lantai. Sang suami terus memukul kepala dan muka istrinya dengan kayu hingga berulang kali. Tidak cukup disitu keberingasan sang suami terhadap istrinya, jenazah istrinya dimutilasi kemudian dimasukan ke dalam karung.</p>
<p>Kejadian pembunuhan terhadap seorang istri dengan cara kekerasan juga terjadi di Medan Sumatera Utara pada tanggal 2 Februari 2026, kejadian bermula ketika sang istri terlibat pertengkaran hebat dengan suami.<br />
Istri memutuskan untuk pulang ke rumah orang tuanya bersama anak-anak. Namun, suami tidak terima dan datang ke rumah mertua untuk membujuk mertuanya agar istrinya ikut pulang bersama dia.<br />
Sesampai di rumah, istri dipukul beberapa kali, ditenggelamkan ke air, kepala dan perut dipukul sehingga menyebabkan beberapa tulang rusuk istrinya patah dan organ hatinya robek.</p>
<p>Tidaklah diragukan lagi bahwa setiap perdebatan akan melukai kedua belah pihak. Masing- masing pihak merasa ditantang. Dan jika tidak mampu mengendalikan diri, maka perdebatan akan berakhir dengan cara saling menyakiti.</p>
<p>Melihat dari kejadian dua keluarga tersebut, perdebatan antara suami-istri bukan hanya berdampak pada perceraian disebabkan tidak terdapat kecocokan, namun bisa berakhir dengan cara yang tragis dengan cara pembunuhan brutal tanpa rasa prikemanusiaan.</p>
<p>Berita suami membunuh istri, atau sebaliknya, anak membunuh orang tua, orang tua membunuh anak kandungnya bukanlah pertama kali terjadi, tentunya kejadian seperti ini menjadi pelajaran berharga bagi kita, sesungguhnya nilai-nilai seperti apa yang hilang dalam sebuah keluarga tersebut sehingga hilang rasa saling mencintai, hilang rasa ketenangan disaat berkumpul dengan keluarga, hilang rasa kasih sayang, tidak lagi saling memahami dan menghargai dan tidak menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman untuk mencari solusi.</p>
<p>Dr Thariq Kamal an Nu’aimi dalam bukunya Psikologi Suami-Istri (memahami perbedaan tabiat dan karakter seksis laki-laki dan perempuan demi membangun keharmonisan hidup berkeluarga) Beliau menyebutkan bahwa pasangan suami-istri itu memerlukan ‘Kebutuhan Perasaan’. Karena laki-laki dan Perempuan, masing-masing memiliki kebutuhan perasaan yang berbeda. Dalam hati setiap laki-laki dan perempuan ada perasaan yang menyentuh diri dan sangat berpengaruh pada tindakan yang dia lakukan.<br />
Namun, kebutuhan perasaan pada laki-laki sama sekali berbeda dengan kebutuhan perasaan pada perempuan. Sayangnya, kebanyakan tidak mengetahui realitas perbedaan kebutuhan perasaan antara dua jenis manusia tersebut.</p>
<p>Sebenarnya, kebutuhan perasaan seperti apa yang dibutuhkan seorang suami dan istri dalam mengarungi biduk rumah tangga?, kebutuhan perasaan itu terdiri dari:</p>
<p>1.Istri membutuhkan perasaan penjagaan dan perhatian, sedangkan suami membutuhkan rasa untuk dipercaya.<br />
Jika seorang suami mampu menunjukkan rasa perhatian dan cintanya kepada istrinya, maka sesungguhnya sang istri akan menerimanya sebagai orang yang istimewa, dan menempatkan istri dalam kedudukan yang tinggi dalam hati suaminya. Kepercayaan suami adalah keyakinan istri. Istri dengan penuh keyakinan bahwa suaminya akan memenuhi segala kebutuhan, mencari hal terbaik dan paling utama untuk kebahagiaan keluarga dan dirinya.</p>
<p>2.Istri membutuhkan pemahaman sedangkan suami membutuhkan penerimaan. Ketika kondisi kejiwaan istri sedang tidak tenang, bisa disebabkan suatu masalah dalam rumah tangga, maka akan sangat gelisah, dan dia akan selalu mengungkapkan hal itu secara terbuka bahkan bisa disampaikan berulang-ulang. Suami yang pandai dan bijak akan mendengarkan permasalahan dan keluhan istri, proses mendengarkannya menunjukkan sikap kemurahan hati suami, perhatian dan kasih sayang.</p>
<p>Pada saat itu, istri melihat bahwa suaminya memperhatikannya, mendengarkan keluhannya, dan akhirnya istri akan merasa tenang, emosi kembali terkendali.</p>
<p>3.Suami membutuhkan penghargaan, sedangkan istri membutuhkan penghormatan. Ketika terjadi keserasian dan kecocokan antara suami dan istri, maka sang suami akan mampu menghormati segala kebutuhan, keinginan, dan hak-hak istri sebagai prioritas utama dalam keluarga.<br />
Maka, istri akan merasakan bahwa suaminya sangat menghormati dirinya. Seorang suami akan merasakan bahwa istrinya menghargai diri dan usahanya, maka suami biasanya akan lebih terdorong untuk lebih banyak memberi dari pada menuntut untuk banyak menerima.</p>
<p>4.Istri senang pengorbanan dan suami senang dikagumi. Yang dinginkan seorang istri kepada suaminya adalah pengorbanan suaminya hanyalah untuk membahagiakan dirinya, bukan orang lain. Dan kebutuhan suaminya adalah perasaan dikagumi oleh istrinya. Suami sangat senang jika dia dipuji sebagai sosok yang bersifat amanah, jujur, tekun dan tanggung jawab.</p>
<p>5.Istri membutuhkan pemberian hak-hak dirinya, dan suami membutuhkan pengakuan. Ketika terjadi perdebatan antara suami-istri, maka suami harus memilih  menjauhkan diri untuk tidak larut dalam perdebatan pertengkaran tersebut.<br />
Suami memberikan hak ruang kepada istri untuk lebih sedikit lebih bebas dari sebelumnya. Suami pastilah ingin menjadi sosok pahlawan bagi keluarganya. Pengakuan istri atas kerja keras suaminya, menjadi kebutuhan suami dalam sebuah  keluarga.</p>
<p>6.Istri  membutuhkan penguatan cinta yang terus menerus dan suami membutuhkan dorongan. Apabila tindakan suami terlihat ada tanda-tanda yang menunjukkan ia telah menjaga, memahami, menghormati, memberikan hak dan berkorban untuk istri, maka dengan sendirinya kebutuhan penguatan cinta yang diperlukan istri sebenarnya telah terwujud. Sisi lain, suami memerlukan kebutuhan dorongan dan penguatan dari istri bahwa dia mempercayai suaminya, mempercayai kepribadiannya, penghargaan, dan kekagumannya.</p>
<p>Keenam kebutuhan perasaan yang saling melengkapi ini merupakan sisi penting dalam sebuah keluarga. Suami-istri tidak mengulangi kesalahan yang sama, sebagai muara dari rasa jengkel, resah, penyesalan dan sebagainya yang akn menyebabkan perdebatan dan pertengkaran. Menumbuhkan rasa saling memahami dan mengerti adalah cara mengendalikan diri agar segala kebaikan lahir dari sebuah institusi keluarga. “Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka…”  (Surah at Tahrim ayat 6).</p>The post <a href="https://barometerrakyat.com/perdebatan-dan-akibatnya/">Perdebatan dan Akibatnya </a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/perdebatan-dan-akibatnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dilengkapi  Ruang Tunggu Dan Toilet Dermaga Mak Yong Mantang Diresmikan, Bupati Roby Minta Masyarakat Menjaga Agar Bisa Terus Dimanfaatkan</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/dilengkapi-ruang-tunggu-dan-toilet-dermaga-mak-yong-mantang-diresmikan-bupati-roby-minta-masyarakat-menjaga-agar-bisa-terus-dimanfaatkan/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/dilengkapi-ruang-tunggu-dan-toilet-dermaga-mak-yong-mantang-diresmikan-bupati-roby-minta-masyarakat-menjaga-agar-bisa-terus-dimanfaatkan/#respond</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Feb 2026 07:35:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Advetorial]]></category>
		<category><![CDATA[Bintan]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Roby Minta Masyarakat Menjaga Agar Bisa Terus Dimanfaatkan]]></category>
		<category><![CDATA[Dilengkapi Ruang Tunggu Dan Toilet Dermaga Mak Yong Mantang Diresmikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://barometerrakyat.com/?p=69535</guid>
		<description><![CDATA[<p>Bupati Bintan Roby Kurniawan  didampingi Wakil Bupati Bintan Deby Maryanti, melakukan pemotongan pita tanda peresmian <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/dilengkapi-ruang-tunggu-dan-toilet-dermaga-mak-yong-mantang-diresmikan-bupati-roby-minta-masyarakat-menjaga-agar-bisa-terus-dimanfaatkan/" title="Dilengkapi  Ruang Tunggu Dan Toilet Dermaga Mak Yong Mantang Diresmikan, Bupati Roby Minta Masyarakat Menjaga Agar Bisa Terus Dimanfaatkan" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/dilengkapi-ruang-tunggu-dan-toilet-dermaga-mak-yong-mantang-diresmikan-bupati-roby-minta-masyarakat-menjaga-agar-bisa-terus-dimanfaatkan/">Dilengkapi  Ruang Tunggu Dan Toilet Dermaga Mak Yong Mantang Diresmikan, Bupati Roby Minta Masyarakat Menjaga Agar Bisa Terus Dimanfaatkan</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><em><strong>Bupati Bintan Roby Kurniawan  didampingi Wakil Bupati Bintan Deby Maryanti, melakukan pemotongan pita tanda peresmian dermaga Mak Yong di Desa Mantang Lama, Kecamatan Mantang</strong></em><br />
<em><strong>Sabtu sore (21/2).</strong></em><br />
<em><strong>(f diskoninfo)</strong></em></p>
<p>BAROMETERRAKYAT.COM,ADVETORIAL BINTAN &#8211; Dermaga (pelabuhan masyarakat) Kecamatan Mantang yang terletak di Desa Mantang Lama, menjadi salah satu dermaga utama dan terbesar dalam menunjang aktivitas masyarakat Mantang secara keseluruhan. Setelah dinantikan selama bertahun-tahun, usulan rehabilitasi dermaga tersebut akhirnya masuk dan mendapat skala prioritas dalam usulan Musrenbang Kecamatan, kemudian langsung direalisasikan pada akhir tahun 2025 lalu.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah, dermaga ini telah kita resmikan dan bisa digunakan seluruh masyarakat,&#8221; kata Bupati Bintan Roby Kurniawan, didampingi Wakil Bupati Bintan Deby Maryanti, usai pemotongan pita tanda peresmian dermaga yang diberi nama &#8216;Mak Yong&#8217; ini, Sabtu sore (21/2).</p>
<p>Dalam kunjungan yang juga bersempena dengan Safari Ramadan Pemkan Bintan di Kecamatan Mantang ini, Roby mengungkapkan, banyak PR (Pekerjaan Rumah) yang masih harus diselesaikan di Mantang. Termasuk akses jalan lingkar, beberapa fasilitas umum lain, hingga Kapal Puskesmas Keliling yang mendukung layanan kesehatan masyarakat.</p>
<p><a href="https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2026/02/20260222_140516.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-69537" src="https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2026/02/20260222_140516.jpg" alt="" width="1043" height="843" srcset="https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2026/02/20260222_140516.jpg 1043w, https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2026/02/20260222_140516-768x621.jpg 768w" sizes="(max-width: 1043px) 100vw, 1043px" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><em><strong>Bupati Roby disambut tokoh masyarakat saat berkunjung ke Kecamatan Mantang.</strong></em><br />
<em><strong>(f.diskoninfo)</strong></em></p>
<p>&#8220;Masih banyak PR lain, fokus utama dan prioritas kita arahkan ke perbaikan dermaga utama yang menjadi akses vital. Sudah bertahun-tahun masyarakat menantikan untuk dermaga ini bisa dioptimalkan. Alhamdulillah bisa kita realisasikan dan semoga memberi manfaat bagi semuanya,&#8221; jelas Roby.</p>
<p><a href="https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2026/02/20260222_142714.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-69538" src="https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2026/02/20260222_142714.jpg" alt="" width="1031" height="839" srcset="https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2026/02/20260222_142714.jpg 1031w, https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2026/02/20260222_142714-768x625.jpg 768w" sizes="(max-width: 1031px) 100vw, 1031px" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><strong><em>Bupati Roby dan Wakil Bupati Deby Maryanti disambut ibu-ibu kompang saat tiba di Pulau Mantang.</em></strong><br />
<strong><em>(f.diskominfo)</em></strong></p>
<p>Dermaga kebanggaan masyarakat Mantang ini kini dilengkapi dengan bangunan gedung yang menjadi ruang tunggu bagi masyarakat. Dilengkapi dengan fasilitas kursi tunggu, pagar pembatas hingga toilet umum, akses vital ini diharapkan dapat memberi kenyamanan dalam mobilitas masyarakat setiap harinya. Nama &#8216;Mak Yong&#8217; yang melekat pada dermaga ini bukanlah hal yang asing bagi masyarakat Mantang bahkan Kepulauan Riau dan dunia luar. Mak Yong merupakan seni teater tradisional masyarakat Melayu asli Mantang yang hingga kini tetap dilestarikan secara turun-temurun. Meski Mak Yong juga terdapat di serumpun Melayu lainnya seperti Malaysia dan Thailand bagian selatan, seni Mak Yong di Mantang merupakan satu-satunya yang memiliki ciri khas dengan menggunakan topeng dan identik dengan tokoh bernama Awang.</p>
<p><a href="https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2026/02/20260222_140533.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-69539" src="https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2026/02/20260222_140533.jpg" alt="" width="1503" height="1118" srcset="https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2026/02/20260222_140533.jpg 1503w, https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2026/02/20260222_140533-768x571.jpg 768w" sizes="(max-width: 1503px) 100vw, 1503px" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><em><strong>Demaga Mak Yong di Desa Mantang Lama Kecamatan Mantang sudah dapat dimanfaatkan oleh masyarakat setempat.</strong></em><br />
<em><strong>(f.diskominfo)</strong></em></p>
<p>Bupati Roby juga turut menyampaikan pesan kepada masyarakat Mantang secara umum, agar aset masyarakat ini dapat dijaga dan dipelihara bersama. Harapannya tentu dermaga Mak Yong ini bisa memberi manfaat jangka panjang dari generasi ke generasi.</p>
<p>&#8220;Pesan kami, jaga dan rawat fasilitas ini. Ini milik kita bersama dan tugas kita bersama untuk menjaga agar bisa terus dimanfaatkan oleh masyarakat,&#8221; tutup Roby.</p>The post <a href="https://barometerrakyat.com/dilengkapi-ruang-tunggu-dan-toilet-dermaga-mak-yong-mantang-diresmikan-bupati-roby-minta-masyarakat-menjaga-agar-bisa-terus-dimanfaatkan/">Dilengkapi  Ruang Tunggu Dan Toilet Dermaga Mak Yong Mantang Diresmikan, Bupati Roby Minta Masyarakat Menjaga Agar Bisa Terus Dimanfaatkan</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/dilengkapi-ruang-tunggu-dan-toilet-dermaga-mak-yong-mantang-diresmikan-bupati-roby-minta-masyarakat-menjaga-agar-bisa-terus-dimanfaatkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jawab Tantangan Peluang Kerja, Bupati Roby Ingin  Buka Seluas Luasnya Wirausaha Muda Bintan</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/jawab-tantangan-peluang-kerja-bupati-roby-ingin-buka-seluas-luasnya-wirausaha-muda-bintan/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/jawab-tantangan-peluang-kerja-bupati-roby-ingin-buka-seluas-luasnya-wirausaha-muda-bintan/#respond</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Feb 2026 08:50:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Advetorial]]></category>
		<category><![CDATA[Bintan]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Roby Ingin Buka Seluas Luasnya Wirausaha Muda Bintan]]></category>
		<category><![CDATA[Jawab Tantangan Peluang Kerja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://barometerrakyat.com/?p=69470</guid>
		<description><![CDATA[<p>Bupati Roby saat menbuka kegiatan Pelatihan Kewirausahaan Barber, Rabu (11/2) di Hotel Agro Beach Resort, <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/jawab-tantangan-peluang-kerja-bupati-roby-ingin-buka-seluas-luasnya-wirausaha-muda-bintan/" title="Jawab Tantangan Peluang Kerja, Bupati Roby Ingin  Buka Seluas Luasnya Wirausaha Muda Bintan" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/jawab-tantangan-peluang-kerja-bupati-roby-ingin-buka-seluas-luasnya-wirausaha-muda-bintan/">Jawab Tantangan Peluang Kerja, Bupati Roby Ingin  Buka Seluas Luasnya Wirausaha Muda Bintan</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><em><strong>Bupati Roby saat menbuka kegiatan Pelatihan Kewirausahaan Barber, Rabu (11/2) di Hotel Agro Beach Resort, Teluk Bakau, Kecamatan Gunung Kijang</strong></em><br />
<em><strong>(f diskominfo)</strong></em></p>
<p>BAROMETERRAKYAT.COM,ADVETORIAL BINTAN- Menjawab tantangan terhadap hadirnya peluang kerja di tengah pertumbuhan serta mobilisasi penduduk yang terus meningkat. Bupati Bintan Roby Kurniawan justru mengambil langkah strategis sebagai investasi jangka panjang dengan melatih generasi muda dalam berwirausaha.</p>
<p>&#8220;Kami ingin bisa membuka seluas-luasnya akses untuk menciptakan wirausaha muda di Bintan. Hari ini salah satunya terkait barber, skill dilatih, usaha ditingkatkan, termasuk juga cara mengembangkan sektor usahanya&#8221; kata Roby usai membuka kegiatan Pelatihan Kewirausahaan Barber sekaligus menyerahkan peralatan barber shop, Rabu (11/02) di Hotel Agro Beach Resort, Teluk Bakau, Kecamatan Gunung Kijang.</p>
<p>Barber merupakan profesi yang menawarkan jasa perawatan rambut seperti pangkas rambut yang biasanya dilakukan di tempat usaha barber (barber shop). Pelatihan ini diikuti oleh 16 pemuda se-Bintan yang telah diseleksi sebelumnya. Selalam dua hari, seluruh peserta akan mendapatkan pembekalan salah satunya dari Desman Pasrah Jaya Hia yang merupakan owner Minion Barber Shop.</p>
<p><a href="https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2026/02/20260211_151958.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-69473" src="https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2026/02/20260211_151958.jpg" alt="" width="1016" height="764" srcset="https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2026/02/20260211_151958.jpg 1016w, https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2026/02/20260211_151958-768x578.jpg 768w" sizes="(max-width: 1016px) 100vw, 1016px" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><em><strong>Bupati Roby bersama peserta</strong></em><br />
<em><strong>pelatihan keahlian barber saat pembukaan kegiatan.</strong></em><br />
<em><strong>(f.diskominfo)</strong></em></p>
<p>Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan dapat memahami teknik dasar pangkas rambut, perawatan rambut, dan keterampilan lainnya terkait barbershop. Di samping itu, dapat membuka peluang usaha dan menumbuhkan jiwa wirausaha yang nantinya akan berperan dalam membangun perekonomian.</p>
<p>&#8220;Akhir dari pelatihan ini kita berharap, adik-adik kita bisa membentuk kemandirian dengan keahlian barbershop yang dimiliki. Target panjangnya juga bisa membula peluang serta lapangan kerja bagi yang lain&#8221; kata Roby menambahkan.</p>
<p><a href="https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2026/02/20260211_152043.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-69474" src="https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2026/02/20260211_152043.jpg" alt="" width="914" height="859" srcset="https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2026/02/20260211_152043.jpg 914w, https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2026/02/20260211_152043-768x722.jpg 768w" sizes="(max-width: 914px) 100vw, 914px" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><strong><em>Bupati Roby menyerahkan peralatan barber shop kepada peserta pelatihan</em></strong><br />
<strong><em>(f diskominfo)</em></strong></p>
<p>Lebih lanjut, ia mendorong para pemuda Bintan agar berani menjadi pionir di dunia kewirausahaan.</p>
<p>“Jangan takut untuk berinovasi, berkreasi, dan menghadapi tantangan yang ada. Ingatlah bahwa kesuksesan tidak terjadi dengan sendirinya, tetapi melalui kerja keras, ketekunan, dan semangat pantang menyerah” pesannya.</p>
<p>Kepala Dispora Bintan Alfeni Harmi sempat menyebutkan, selain pelatihan barber dan beberapa pelatihan lain yang telah dilakukan. Tahun ini Dispora Bintan juga berencana menggelar pelatihan membuat pastry (kue dengan adonan berlapis tipis atau laminated dough yang populer dengan nama puff). Pelatihan ini juga menyasar para pemuda, dimana olahan ini dinilai cukup relevan dengan dunia kuliner kekinian.</p>
<p><a href="https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2026/02/20260211_152200.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-69475" src="https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2026/02/20260211_152200.jpg" alt="" width="825" height="760" srcset="https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2026/02/20260211_152200.jpg 825w, https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2026/02/20260211_152200-768x707.jpg 768w" sizes="(max-width: 825px) 100vw, 825px" /></a></p>
<p style="text-align: center;"> <em><strong>Peserta pelatihan barber shop mempraktekan keahliannya setelah mengikuti pelatihan.</strong></em><br />
<em><strong>(f.diskominfo)</strong></em></p>
<p>Setelah beberapa pelatihan seperti barista dan perias wajah (make-up artist / MUA) bagi pemuda yang digelar pada tahun lalu, Pemkab Bintan terus berkomitmen melahirkan wirausaha muda yang mandiri. Pelatihan wirausaha muda ini merupakan bagian dari visi misi Bintan Juara tentang kompetisi inovasi bisnis ekonomi kerakyatan yakni &#8216;Bina Kembangkan 100 Gerakan Pemuda Usahawan (Bingke 100 Rasa)&#8217;.</p>The post <a href="https://barometerrakyat.com/jawab-tantangan-peluang-kerja-bupati-roby-ingin-buka-seluas-luasnya-wirausaha-muda-bintan/">Jawab Tantangan Peluang Kerja, Bupati Roby Ingin  Buka Seluas Luasnya Wirausaha Muda Bintan</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/jawab-tantangan-peluang-kerja-bupati-roby-ingin-buka-seluas-luasnya-wirausaha-muda-bintan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengembalikan Ruh Pendidikan: Sinergi Deep Learning Dan Kurikulum Berbasis Cinta Untuk Pembelajar Yang Holistik</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/mengembalikan-ruh-pendidikan-sinergi-deep-learning-dan-kurikulum-berbasis-cinta-untuk-pembelajar-yang-holistik/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/mengembalikan-ruh-pendidikan-sinergi-deep-learning-dan-kurikulum-berbasis-cinta-untuk-pembelajar-yang-holistik/#respond</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Feb 2026 10:17:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Mengembalikan Ruh Pendidikan: Sinergi Deep Learning Dan Kurikulum Berbasis Cinta Untuk Pembelajar Yang Holistik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://barometerrakyat.com/?p=69425</guid>
		<description><![CDATA[<p>Oleh: Chalimatus sa’diyah Mahasiswa Magister Pedagogi, Universitas Lancang Kuning Paradigma pendidikan seringkali terjebak menuntaskan kurikulum <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/mengembalikan-ruh-pendidikan-sinergi-deep-learning-dan-kurikulum-berbasis-cinta-untuk-pembelajar-yang-holistik/" title="Mengembalikan Ruh Pendidikan: Sinergi Deep Learning Dan Kurikulum Berbasis Cinta Untuk Pembelajar Yang Holistik" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/mengembalikan-ruh-pendidikan-sinergi-deep-learning-dan-kurikulum-berbasis-cinta-untuk-pembelajar-yang-holistik/">Mengembalikan Ruh Pendidikan: Sinergi Deep Learning Dan Kurikulum Berbasis Cinta Untuk Pembelajar Yang Holistik</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><em><strong>Oleh: Chalimatus sa’diyah</strong></em></p>
<p style="text-align: center;"><em><strong>Mahasiswa Magister Pedagogi, Universitas Lancang Kuning</strong></em></p>
<p>Paradigma pendidikan seringkali terjebak menuntaskan kurikulum berfokus pada kognitif, terkadang abai dalam menyentuh kedalaman pemikiran dan rasa peserta didik. Apalagi ditengah gegap gempita digitalisasi, kita menyaksikan fenomena &#8220;belajar di permukaan&#8221; (surface learning) di mana siswa hanya sekedar menghafal untuk menjawab ujian, dan lalu melupakan materi sesaat setela kertas jawaban dikumpulkan. Jika kondisi ini dibiarkan, pendidikan hanya akan melahirkan robot-robot intelektual yang cerdas secara kognitif namun kering secara empati.<br />
Deep Learning (pembelajaran mendalam) megubah paradigma pendidikan bukan sekadar hafalan, hanya menyentuh lapisan kulit luar informasi, tapi menuntut siswa untuk mengaitkan ide-ide baru dengan pengetahuan sebelumnya, mencari makna di balik fakta, serta mampu menerapkan prinsip tersebut dalam situasi nyata.<br />
Pembelajaran mendalam (Deep Learning) dan pembelajaran di permukaan (Surface Learning) merepresentasikan pendekatan kognitif yang memiliki perbedaan mendasar dalam memperoleh pengetahuan, ditandai dengan motivasi, strategi, dan hasil belajar yang berbeda. Menurut Mikhail Chalabine dkk. (2004), surface learning melibatkan pendekatan kuantitatif dan hafalan mekanis yang berfokus pada perolehan fakta tanpa pemahaman yang mendalam. Sebaliknya, Deep learning atau pembelajaran mendalam bukan sekadar tren teknologi, melainkan sebuah pendekatan yang menekankan pengalaman belajar yang berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful). Melalui prinsip ini, siswa tidak lagi hanya &#8220;sekolah tetapi tidak belajar,&#8221; melainkan diajak untuk menginternalisasi pengetahuan secara mendalam dan menghubungkannya dengan konteks kehidupan nyata. Dengan mengintegrasikan aspek olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olahraga, deep learning bertujuan membentuk lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki penalaran kritis, kreativitas, dan kemandirian yang kuat.<br />
Krisis pendidikan yang kita hadapi hari ini bukanlah kurangnya informasi, melainkan hilangnya kedalaman makna dalam belajar. Selama bertahun-tahun, kelas-kelas kita didominasi oleh surface learning sebuah pendekatan yang oleh Mikhail Chalabine (2004) disebut sebagai hafalan mekanis yang kering, di mana siswa hanya mengejar fakta tanpa pemahaman. Fenomena ini menciptakan pembelajar pragmatis yang hanya berorientasi pada nilai ujian, namun gagal melihat keterhubungan antara ilmu pengetahuan dengan realitas kehidupan. Jika ilmu hanya dipandang sebagai fakta-fakta terpisah, maka pendidikan kehilangan &#8220;ruh&#8221; dan daya transformasinya.<br />
Implementasi Deep Learning di ruang kelas, misalnya pada mata pelajaran IPA, tidak lagi sekadar menghafal klasifikasi makhluk hidup. Siswa diajak untuk menyelidiki mengapa suatu makhluk hidup harus dikelompokkan dan apa dampaknya jika rantai kehidupan tersebut terputus. Di sini, teori pendidikan konstruktivisme berperan penting, pengetahuan tidak ditransfer mentah-mentah dari guru ke peserta didik, melainkan dikonstruksi secara aktif melalui pengalaman dan refleksi.<br />
Namun, kecerdasan intelektual saja tidak cukup untuk membentengi generasi muda dari krisis moral. Di sinilah Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) memainkan peran vitalnya sebagai &#8220;ruh&#8221; pendidikan. Kurikulum ini menempatkan kasih sayang sebagai landasan utama pembelajaran, yang mencakup lima pilar utama: cinta kepada Tuhan dan Rasul, ilmu pengetahuan, lingkungan, sesama manusia, serta tanah air. Dengan menyentuh aspek emosional dan spiritual, KBC berusaha menciptakan hubungan empatik antara guru dan siswa, sehingga sekolah menjadi ruang yang aman secara psikologis bagi anak untuk berkembang secara holistik.</p>
<p>Sinergi kedua konsep ini dapat diimplementasikan secara konkret dalam mata pelajaran . Kurikulum berbasis cinta atau pedagogi kasih sayang mengarahkan peserta didik untuk menumbuhkan empati. Ketika peserta didik mempelajari klasifikasi makhluk hidup mereka tidak hanya belajar kategori biotik dan abiotik. Mereka belajar bahwa tumbuhan yang mereka siram adalah sesama makhluk ciptaan yang butuh kepedulian. Ini sejalan dengan teori etika kepedulian (Ethics of Care) dari Nel Noddings (2013) , yang menekankan bahwa relasi kasih sayang antara guru, siswa, dan lingkungan adalah fondasi utama keberhasilan pendidikan.<br />
Deep learning menuntut rekonstruksi pengetahuan dan analisis kritis yang holistik. Namun, transisi menuju pemikiran tingkat tinggi ini akan terasa gersang tanpa &#8220;insersi&#8221; Kurikulum Berbasis Cinta. Integrasi ini menjadi krusial, jika deep learning menyentuh aspek kognitif untuk memahami struktur yang kompleks, maka Kurikulum Berbasis Cinta menyentuh aspek afektif agar pemahaman tersebut digunakan untuk kebaikan.<br />
Pendidikan yang ideal adalah ketika seorang siswa tidak hanya mampu menganalisis klasifikasi makhluk hidup secara tajam, tetapi juga memiliki motivasi intrinsik untuk menjaga kelestarian makhluk tersebut sebagai bentuk kasih sayang terhadap sesama ciptaan. Dengan memadukan kedalaman berpikir dan ketulusan hati, kita tidak hanya mencetak manusia yang cerdas secara akademik, tetapi juga pribadi yang utuh (holistik) yang mampu memecahkan masalah kompleks dunia dengan solusi yang manusiawi. Inilah jalan untuk mengembalikan &#8220;ruh&#8221; pendidikan kita yaitu mendalam dalam berpikir, namun luas dalam mencintai.<br />
Mengembalikan &#8220;ruh&#8221; pendidikan yang belakangan ini cenderung mekanis dan formalistik memerlukan pendekatan holistik, salah satunya melalui sinergi integrasi Deep Learning dan kurikulum berbasis cinta. Pendidikan tidak seharusnya sekadar transfer pengetahuan, melainkan proses pemanusiaan manusia yang menanamkan empati, kasih sayang, dan toleransi. Di sinilah deep learning berperan penting bukan sebagai pengganti guru melainkan sebagai pendekatan pembelajaran mendalam yang memungkinkan teknologi membantu menganalisis kebutuhan belajar siswa secara personal, sehingga guru memiliki lebih banyak waktu dan energi untuk melakukan pendekatan hati dengan Kurikulum Berbasis Cinta. Integrasi ini akan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas intelektual dan adaptif terhadap teknologi di era digital, tetapi juga memiliki karakter adab yang kokoh dan kepedulian sosial yang tinggi, menjadikan pendidikan kembali bermakna dan memanusiakan manusia.<br />
Mengintegrasikan Deep Learning dan nilai panca cinta dalam kurikulum Operasional di Madrasah bukan tanpa tantangan. Guru seringkali dikejar oleh target administratif dan tuntutan hasil nilai angka. Padahal, pendidikan yang mendalam membutuhkan waktu untuk berefleksi dan berdiskusi, bukan sekadar mengejar skor pilihan ganda. Oleh karena itu, diperlukan reorientasi dalam praktik pembelajaran. Guru tidak lagi berperan sebagai satu-satunya sumber otoritas kebenaran, melainkan sebagai mitra berpikir bagi siswa. Pendekatan Problem Based Learning (PBL) dapat menjadi jembatan yang efektif, di mana masalah nyata di lingkungan sekitar dipecahkan dengan analisis yang tajam sekaligus hati yang peduli.<br />
Harapan kita pendidikan di era kontemporer tidak boleh hanya fokus pada &#8220;apa&#8221; yang dipelajari, tapi &#8220;mengapa&#8221; dan &#8220;bagaimana&#8221; ilmu itu digunakan untuk kebaikan. Integrasi Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta adalah solusi pedagogis untuk menjawab tantangan krisis karakter dan rendahnya daya kritis generasi muda. Saatnya sekolah-sekolah kita tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu, tetapi juga menjadi persemaian peradaban yang memanusiakan manusia dengan ilmu yang mendalam dan hati yang penuh cinta, kita bisa berharap lahirnya generasi yang tidak hanya cerdas menaklukkan dunia, tetapi juga lembut dalam menjaga sesama.</p>The post <a href="https://barometerrakyat.com/mengembalikan-ruh-pendidikan-sinergi-deep-learning-dan-kurikulum-berbasis-cinta-untuk-pembelajar-yang-holistik/">Mengembalikan Ruh Pendidikan: Sinergi Deep Learning Dan Kurikulum Berbasis Cinta Untuk Pembelajar Yang Holistik</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/mengembalikan-ruh-pendidikan-sinergi-deep-learning-dan-kurikulum-berbasis-cinta-untuk-pembelajar-yang-holistik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tercatat WBTB  Indonesia Kenduri  Merohom Bukit Batu  Terus  Dilestarikan Di Bintan</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/tercatat-wbtb-indonesia-kenduri-merohom-bukit-batu-terus-dilestarikan-di-bintan/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/tercatat-wbtb-indonesia-kenduri-merohom-bukit-batu-terus-dilestarikan-di-bintan/#respond</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Jan 2026 10:37:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Bintan]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Tercatat WBTB Kenduri Merohom Bukit Batu Terus Dilestarikan Di Bintan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://barometerrakyat.com/?p=69221</guid>
		<description><![CDATA[<p>Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan, Ronny Kartika menyerahkan sertifikat WBTB kepada zuriat Bentan disela Kenduri Merohom <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/tercatat-wbtb-indonesia-kenduri-merohom-bukit-batu-terus-dilestarikan-di-bintan/" title="Tercatat WBTB  Indonesia Kenduri  Merohom Bukit Batu  Terus  Dilestarikan Di Bintan" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/tercatat-wbtb-indonesia-kenduri-merohom-bukit-batu-terus-dilestarikan-di-bintan/">Tercatat WBTB  Indonesia Kenduri  Merohom Bukit Batu  Terus  Dilestarikan Di Bintan</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><em><strong>Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan, Ronny Kartika menyerahkan sertifikat WBTB kepada zuriat Bentan disela Kenduri Merohom Bukit Batu, Jumat (16/1) di Kompleks Makam Marhum Bukit Batu, Desa Bintan Buyu, Kecamatan Teluk Bintan</strong></em></p>
<p>BAROMETERRAKYAT.COM,BINTAN &#8211; Kompleks makam Marhum Bukit Batu, merupakan makam keluarga Kerajaan Bentan (saat ini bernama Bintan). Di makam ini, terdapat sebuah tradisi ziarah yang disebut Merohom yang disebut juga dengan Marhom atau Marhum, yakni tradisi yang selalu dilakukan setiap tahun, di tanggal 27 Rajab.</p>
<p>Dalam mengikuti tradisi Merohom, masyarakat juga membawa serta nasi kuning, telur dan bunga warna warni yang dalam masyarakat Melayu menyebutnya &#8216;Bunge Telo atau Bunga Telur&#8217;. Jumlah telurnya pun harus ganjil (5, 9, 11 dan seterusnya) yang berasal dari nilai Islam sebagai sendi tradisi.</p>
<p>Dalam kompleks makam tersebut terdapat 6 buah makam yakni makam Budayana, Wan Pok (Wan Empuk), Wan Malani, Wan Sri Beni, Tok Telani, dan makam Tok Hile (Tok Kelaun). Kompleks dan tradisi di dalamnya terus dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat sekitar, didukung dengan pemugaran oleh Pemerintah Kabupaten Bintan yang kemudian menjadikan tradisi Kenduri Merohom Bukit Batu resmi tercatat sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTB Indonesia) oleh Menteri Kebudayaan RI pada 15 Desember 2025 lalu.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah, tradisi yang penuh dengan nilai historis dan sarat akan norma-norma luhur Melayu ini telah resmi menjadi Warisan Budaya Tak Benda. Ini semakin memperkuat semangat kita untuk terus melestarikan serta mewarisi tradisi ini ke anak cucu, takkan Melayu hilanh di bumi&#8221; ungkap Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan, Ronny Kartika, saat menghadiri Kenduri Merohom Bukit Batu, Jumat (16/01) di Kompleks Makam Marhum Bukit Batu, Desa Bintan Buyu, Kecamatan Teluk Bintan.</p>
<p>Ratusan masyarakat yang tumpah di areal makam pun larut dalam doa yang dipimpin Ketua Kampung. Penziarah sendiri didominasi masyarakat Bintan khususnya di Bukit Batu, namun tidak sedikit para penziarah dari luar wilayah seperti Kota Tanjungpinang dan Kota Batam.</p>
<p>Selain sebagai wujud pelestarian budaya, Kenduri Merohom Bukit Batu diharapkan dapat menjadi salah satu magnet wisatawan khususnya di sektor wisata budaya dan religi. Hal ini menunjukkan kekayaan potensi pariwisata di tanah Bintan yang dimula dari pesona alam, adat budaya, kuliner sampai pada wisata sejarah.</p>The post <a href="https://barometerrakyat.com/tercatat-wbtb-indonesia-kenduri-merohom-bukit-batu-terus-dilestarikan-di-bintan/">Tercatat WBTB  Indonesia Kenduri  Merohom Bukit Batu  Terus  Dilestarikan Di Bintan</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/tercatat-wbtb-indonesia-kenduri-merohom-bukit-batu-terus-dilestarikan-di-bintan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
