Warga Pinang Diminta Makan Ikan Air Tawar, Ini Sebabnya

BAROMETERRAKYAT.COM, Tanjungpinang. Harga ikan disejumlah pasar di Tanjungpinang masih mahal. Mahalnya harga ikan disebabkan pasokan ikan di pasaran kurang karena pengaruh musim utara.

Angin utara identik dengan gelombang tinggi,‎ dengan kondisi tersebut, nelayan banyak yang tidak melaut sehingga pasokan ikan menipis.

Ketua Tim Pengendali Inflasi (TPID) Tanjungpinang Riono meminta masyarakat Tanjungpinang untuk mengubah pola makan sementara dari konsumsi ikan air laut menjadi konsumsi ikan air tawar.

“Kita tetap menganjurkan ke masyarakat untuk mengubah pola makan sementara, dari ikan air laut dengan ikan air tawar. Kenapa dibilang sementara ?  karena masih adanya musim utara inikan tidak banyak nelayan kelaut, sehingga stok (ikan) terbatas, karena stok terbatas sementara konsumsi banyak maka harga ikan akan naik,” ungkap Riono kepada Barometerrakyat.com, Rabu (21/2).

Ia mengatakan, jika masyarakat tidak merubah pola makan sementara maka akan berdampak terhadap inflasi di Tanjungpinang.

BacaHarga Ikan Masih Mahal

Karena, lanjut Riono, ikan merupakan salah satu komoditi yang menyumbang terjadi inflasi di Tanjungpinang.

Beberapa komoditi ikan yang menyumbang inflasi seperti ikan Kembung, Ikan selar, ikan tongkol, sotong dan udang.

“Kalau masyarakat masih bertahan dengan mengkonsumsi ikan yang menyebabkan inflasi dan permintaan tinggi maka akan berpengaruh terhadap inflasi Tanjungpinang,” ungkap Riono yang juga Sekretaris Daerah (Sekdako) Tanjungpinang.

Baca : Siap-siap, Jual Beli di Fb dan IG Akan Kena Pajak

Ia menambahkan, pada Januari inflasi Tanjungpinang tercatat sebesar 0,18 persen, inflasi tersebut, kata Riono masih jauh diangka nasional. “Inflasi kita masih bagus,” tukas Riono.

Komentar

Terbaru