Miris,SDN 035 Desa Pasir Panjang Lingga Hanya Punya Satu Tenaga Pendidik

  • Whatsapp

Miris, SDN 035 Desa Pasir Panjang Kecamatan Senayang Kabupaten Lingga Hanya memiliki.satu guru honor yang mengajar kelas I sampai V.Foto : Sahrul
Miris, SDN 035 Desa Pasir Panjang Kecamatan Senayang Kabupaten Lingga Hanya memiliki.satu guru honor yang mengajar kelas I sampai V.Foto : Sahrul
BAROMETERRAKYAT.COM, LINGGA-Miris sekali, apa jadinya jika seorang guru harus mengajar seluruh mata pelajaran dari kelas 1 sampai 5. Fakta ini terjadi di Kabupaten Lingga provinsi Kepulauan Riau (Kepri)

Sekolah Dasar (SD) Negeri 035 Senayang, di Desa Pasir Panjang, Kecamatan Senayang Kabupaten Lingga, hingga saat ini kerisis tenaga pendidik. Pasalnya hanya ada satu guru pendidik. Sementara sekolah tersebut terdapat 5 kelas.

Bacaan Lainnya

Lebih miris lagi, tenaga pendidik yang mengajar disekolah tersebut hanya berstatus honorer. Padahal dari Komite sekolah sudah mengajukan ke Pemerintah Kabupaten Lingga dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), namun yang diterima hanya isapan jempol belaka.

Sariat (35), adalah seorang guru honor di SDN 035 tersebut harus berjuang mengajar dari kelas I sampai dengan kelas V. Bahkan perjuangan tidak sampai disitu, ia harus mensiasati agar semua siswanya bisa diberi bahan ajaran. Sementara itu pengorbanan dan perjuangan tampa tanda jasa ini, tidak sebanding dengan perhatian yang diberikan pemerintah setempat.

“Saya sudah tiga tahun mengajar disini, terdiri dari lima kelas dibagi menjadi dua lokal, itu saya sendiri yang mengajar. Semuanya,” kata Sariat kepada Barometerrakyat.com, Jum’at (30/9)

Karena letak geografis banyaknya pulau-pulau, menurut Sariat SDN 035 Senayang didirikan di dua tempat yang berbeda. Tempat yang pertama di Mabong dan yang kedua di Pasir Panjang . Lebih lanjut ia mengatakan SDN 035 Senayang pusatnya berada di Mabong.

“Jadi saya juga pernah mengajukan untuk penambahan tenaga pendidik agar guru-guru di Mabong bisa mengajar sekolah yang berada di Pasir Panjang, namun di sekolah yang terletak di Mabong juga masih kerisis guru, sekarang Mabong cuma ada empat tenaga pengajar. Jadi sampai sekarang ini belum ada tambahan,” papar Sariat

Ia mengaku, selama 3 tahun mengajar hingga sekarang gaji yang dibayarkan satu bulan Rp 500 ribu , mengunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Pada awal saya mengajar tahun 2013 hanya mendapat gaji satu bulan Rp 300 ribu , alhamdulilah sekarang ini gajinya satu bulan Rp 500 ribu , namun tiga bulan sekali baru saya menerima Rp 1,5 juta,” ungkapnya

Lanjutnya lagi, sebagai pendatang di Pasir Panjang, untuk tempat tinggal harus menumpang di rumah masyarakat. Karena sekarang ini belum ada tersedia rumah dinas untuk guru.

“Saya harapkan pemerintah memperhatikan pendidikan di sini dalam keadaan krisis segalanya, karena anak-anak sangat semangat ketika mengikuti pelajaran sekolah, ” harapnya

Masyarakat Pasir Panjang juga mengeluh minimnya tenaga pengajar di SDN 035 tersebut.

Menurut Joe, kalau melihat jumlah tenaga pengajar yang hanya berstatus honorer mengajar disekolah tersebut, memang sangat disayangkan jika tidak segera mengambil tindakan.

“Satu guru yang mengajar sudah berlangsung dari pertama SD ini berdiri pada tahun 2013 sampai sekarang, namun dari Pemkab Lingga hingga hari ini belum ada pergerakan untuk menambah tenaga pengajar,” ujarnya

Demi mencerdaskan anak bangsa didaerah ini, ia pun berharap agar pemerintah daerah khususnya dinas terkait untuk segera membantu untuk segera menambah tenaga pengajar.

“Kami berharap betul ada penambahan tenaga honorer, sebab anak-anak berhak untuk mendapatkan pendidikan yang layak untuk menyogsong masa depan yang lebih baik,” imbuh Joe.(SAHRUL)

Pos terkait

Comment