Mahasiswa Tuntut Rektor Minta Maaf, Syafsir Belum Bisa

BAROMETERRAKYAT.COM, Tanjungpinang. Rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah) Profesor Syafsir Akhlus mengatakan ‘enggan’ meminta maaf kepada masyarakat Kepulaun Riau (Kepri) atas kasus korupsi di Umrah seperti permintaan mahasiswa saat menggelar aksi didepan Rektorat Kampus tersebut.

Ia mengatakan, proses hukum kasus korupsi pengadaan program integrasi sistem akademik dan administrasi yang melibatkan Wakil Rektor masih berjalan di pengadilan.

Menurutnya, engan meminta maaf sebelum ada keputusan inkrah atau keputusan tetap dari Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang yang menyidangkan kasus tersebut.

“Kita tidak tau siapa yang salah, kalau sudah jelas ada keputusan inkrah secara hukum, ternyata bahwa memang ada diputuskan ada korupsi, siapa yang salah dan jelas semuanya. Lalu saya akan minta maaf, bukan minta maaf ke masyarakat Kepri, Indonesia dong, sebab Umrah bukan milik masyarakat Kepri, tapi Umrah milik Indonesia,” ungkap Rektor saat diwawancarai awak media, Senin (12/2).

Sebelumnya, ratusan mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) gelar aksi demo didepan Rektorat Kampus UMRAH, Dompak, Senin (12/2).

‎Demo ini, buntut dari kasus pengadaan program integrasi sistem akademik dan administrasi yang terjadi di Kampus UMRAH yang melibatkan pimpinan universitas.

Dalam kasus korupsi tersebut Polda Kepri menetapkan empat tersanga yakni Wakil Rektor Hery Suryadi yang juga sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam proyek tersebut, Direktur PT Jovan Karya Perasa, Henri Gultom.

Selain itu, juga menetapkan Distributor Diretur Utama PT Buana Mitra Kirda Ulzana Zizi dan Distributor Yusmawan.

Proyek tersebut menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN) tahun anggaran 2015, dengan pagu anggaran sebesar Rp 30 Miliar.

Dari kasus korupsi tersebut, berdasar audit dari BPKP negara mengalami kerugian sebesar Rp 12,4 Miliar.

Koordinator Lapangan (Korlap) Kardoni Vernandes mengatakan, permasalahan ini harus diselesaikan oleh pihak kampus.

“Yang bertangungjawabkan dalam permasalahan ini adalah rektor,” tegasnya saat menyampaikan orasi.

Mahasiswa juga meminta Rektor untuk meminta maaf kepada masyarakat Kepri atas sejumlah kasus yang terjadi di Kampus Umrah.

Loading...

Komentar

Terbaru