Geram, Buwas Ingin Bandar Narkoba Dipotong-Potong dan Dijadikan Makanan Hiu

BAROMETERRAKYAT.COM, Jakarta.  Badan Narkotika Nasional (BNN) masih melakukan pendalaman terhadap sindikat yang diduga mengendalikan penyelundupan sabu 1,037 ton yang ditangkap di perairan Kepulauan Riau, Rabu (7/2).

Kepala Badan Narkotika Nasional Komjen Budi Waseso menuturkan, kalaupun sindikat mereka tertangkap, tak perlu diumumkan.

Buwas sapaan akrabnya, ingin menindak tegas para gembong narkoba. Sebab, kata mantan Kabareskrim itu, selama ini para bandar narkoba yang ditangkap tak mendapatkan hukuman setimpal.

Dia termasuk menyoroti para terpidana hukuman mati yang tak kunjung dihukum mati.

“Kalau saya pribadi ingin tidak usah dikembangin, bedil saja. Capek-capek kita berkas, hukumannya mainan,” ujar Budi Waseso di Gedung BNN, Jakarta  Timur seperti dilansir Merdeka.com, Selasa (20/2).

Budi Waseso tak segan mengutarakan kegeramannya.

Dia menyarankan agar para bandar narkoba langsung saja dipotong-potong dan dibuang ke laut untuk makanan ikan hiu.

“Tidak usah lagi ditangkap. Kalau perlu dipotong-potong kasih ikan hiu. Jadi mahal siripnya, makan ikan bandar,” imbuhnya.

Bukan tanpa alasan dia mengutarakan usul itu. Budi Waseso kesal lantaran banyak bandar yang telah mendekam di penjara masih bisa mengendalikan bisnis narkoba.

Karena itu dia lebih senang menembak mati para pelaku dibanding menangkap mereka.

“Begitu di lapas dia bekerja lagi. Bagusnya kita tindak tegas, anggap musuh negara,” kata dia. (Merdeka.com)

Komentar

Terbaru