Gerakan Pramuka Dan Tantangan Generasi Muda

Gerakan Pramuka (Praja Muda Karana) organisasi besar yang banyak melahirkan pemimpin di Indonesia. Bahkan melalui organisasi yang sebelumnya disebut dengan Pandu ini juga turut berjuang dalam mencapai kemerdekaan Republik Indonesia.

Organisasi yang memiliki arti jiwa muda yang suka berkarya ini adalah nama organisasi pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan yang dilaksanakan di Indonesia.

Organisasi yang berlambangkan Tunas Kelapa ini juga banyak sekali mengalami perubahan nama, sejak zaman penjajahan Belanda hingga akhirnya resmi menjadi Gerakan Pramuka pada tanggal 14 Agustus 1961 hingga sekarang.

Pendidikan yang dilaksanakan oleh Gerakan Pramuka pun pantas untuk para generasi muda,yang dimulai sejak umur 7-10 tahun (SD) dengan sebutan Pramuka Siaga.Usia 11-15 tahun atau setingkat SMP.dinamakan Pramuka Penggalang, Pramuka Penegak setingkat SMA berusia 16-20 tahun, hingga dewasa disebut dengan Pramuka Pandega usia 21-25 tahun.

Pendidikan Kepramukaan hingga akhirnya diperkenalkan dan menjadi kegiatan wajib diluar lingkungan sekolah mulai dari SD hingga SMA.

Kegiatan yang dikemas sangat menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis yang dilakukan di alam terbuka banyak sekali mencetak pelajar berprestasi.

Sebab, melalui organisasi dunia yang didirikan pertama kali oleh Lord Baden Pawel ini nyata mampu membentuk watak, akhlak, dan budi pekerti luhur peserta didiknya.

Seiring dengan perkembangan zaman Gerakan Pramuka berkembang sangat pesat, yang memiliki jenjang pengurus mulai dari Majelis Bimbingan Gugus Depan (Mabigus) disetiap sekolah, Kecamatan, Kabupaten/Kota hingga tingkat tertinggi yakni Majelis Pimpinan Nasional (Mapinas).

Seragam coklat yang menjadi kebanggaan para Pramuka sejati itupun menjadi seragam wajib yang diberlakukan secara nasional di sekolah-sekolah.

Sejalan dengan kemajuan teknologi, pengaruh lingkungan, kriminal yang makin tinggi, Gerakan Pramuka harus mampu memberikan pengaruh yang besar terhadap generasi muda.

Pengaruh budaya luar dan kenakalan remaja menjadi suatu tantangan berat yang mesti dicegah melalui pendidikan nonformal tersebut.

Peranan guru selaku pembina dan dukungan orang tua sangat diperlukan, hingga akhirnya pendidikan Pramuka tidak hanya sekedar pelajaran wajib bagi generasi muda di bangku sekolah saja, yang tidak manpu menembus pengaruh jelek terhadap generasi muda.

Namun, melalui Gerakan Pramuka generasi muda terbentengi dari hal-hal negatif dan bisa menjadikan jati diri Pramuka sejati yang tercermin dalam Dwi Darma, Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka.***

Komentar

Terbaru